Obsession Awards 2020; Best University Leaders

Oleh: Syulianita (Editor) - 16 April 2020 | telah dibaca 835 kali

Naskah: Suci Yulianita Foto: Sutanto/Istimewa


Dipercaya mengemban tugas menjadi orang nomor satu di Telkom University (Tel-U) sejak Agustus 2018, kepemimpinan Prof. Dr. Adiwijaya telah berhasil membesarkan nama Tel-U, salah satunya adalah dengan dinobatkannya Tel-U menjadi Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Reupblik Indonesia di tahun 2019.

Di tahun yang sama, untuk yang kedua kalinya Tel-U juga mendapatkan Anugerah Widya Padhi dari Kemenristekdikti sebagai Perguruan Tinggi dengan manajemen inovasi terbaik. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengembangan inovasi oleh Tel-U telah mendapat pengakuan
dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah. Hingga saat ini, sudah lebih dari 40 startup yang diinkubasi di Tel-U, beberapa di antaranya sudah memiliki omset miliaran rupiah.

 

Sejalan dengan pengembangan inovasi, Tel-U berhasil meningkatkan klasterisasi kinerja penelitian menjadi klaster mandiri sejajar dengan perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Pengembangan research yang dilakukan Tel-U juga sudah mendapat pengakuan dari dunia internasional. Ini ditunjukkan dengan berjalannya research matching grant dengan berbagai Perguruan Tinggi dari Asia dan Eropa, seperti Belanda, Skotlandia, Australia, Jepang, Korea, dan Malaysia. Adiwijaya mengarahkan agar semua penelitian di Tel-U bermuara pada inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat maupun industri, tak hanya publikasi. Karenanya tak heran jika beberapa produk penelitian Tel-U telah banyak dimanfaatkan di Industri dan berhasil menyukseskan dalam program Citarum Harum.

 

Hal ini menjadi portofolio yang baik bagi Prof. Dr Adiwjaya dalam mengemban amanah memimpin Tel-U, untuk menjadikan Tel-U sebagai Research and Entrepreneurial University pada 2023 yang bermanfaat untuk masyarakat dan pembangunan nasional.

 

Konsistensi Tel-U dalam menciptakan SDM unggul untuk bangsa, tercermin dengan menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama di wilayah Jawa Barat & Banten yang pertama kali mengantongi akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) di tahun 2016. Hingga saat ini 70% Program Studi (Prodi) yang ada di Tel-U sudah terakreditasi A. Lebih dari itu, 19 dari 34 Prodinya sudah mendapat akreditasi Internasional dari ABEST 21, ASIC dan IABEE. Dalam menciptakan kualitas yang unggul, pengakuan tidak hanya datang dari dalam negeri, pengakuan dari internasional juga dapat dirasakan oleh sivitas akademika Tel-U, di antaranya adalah penghargaan bintang 5 QS (Quacquarelli Symonds) dalam kategori Teaching, Innovation, Employability, dan Inclusiveness.

 

Merespon era industry 4.0 ke arah Pendidikan berbasis digital, Tel-U mengembangkan Digital Education Excellence, salah satunya dengan memperkuat Center of e-Learning and Open Education (CeLOE). Dengan ini, mahasiswa bisa belajar kapan pun dan di manapun sesuai dengan kondisi generasi milenial saat ini. Hal ini pun sejalan dengan konsep dosen penggerak dari mendikbud, di mana dosen sebagai fasilitator di kelas.

 

Hingga saat ini, CeLOE telah memiliki 13.000 video konten digital learning dari 300 mata kuliah, di mana seluruh konten digital itu diproduksi sendiri oleh Tel-U melalui 14 studio. Tentunya semua konten digital itu tidak lepas dari support Teknologi Informasi yang dimiliki Tel-U, di mana saat ini service management system untuk layanan internet, attendance system, dan pengembangan sistem informasi yang ada di Tel-U telah mendapatkan sertifikasi ISO 20000- 1:2018.

Seluruh layanan sivitas akademika Tel-U telah terintegrasi menjadi 1 dashboard management system yang disebut iGracias (Integrated Academic Information System), iGracias sendiri merupakan portal system layanan informasi yang merupakan platform layanan proses Pendidikan dan pengelolaan kampus secara terintegrasi. iGracias dapat diakses oleh seluruh sivitas akademika dan orang tua mahasiwa. Memiliki 30.000 mahasiswa dan lebih dari 900 dosen serta 300 staff, tentunya membuat seorang pemimpin Tel-U menciptakan sebuah program aplikasi berbasis web ‘Halo Rektor’ dengan tujuan menjembatani komunikasi dengan seluruh civitas akademika.

 

“Dengan adanya Halo Rektor, teman-teman civitas akademika di sini bisa menyampaikan keluhan ataupun saran yang konstruktif sehingga kami bisa segera mengatasinya. Jangan sampai mereka merasa tidak memiliki wadah sehingga harus menyampaikan hal itu di sosial media. Dengan program ini kami bisa memantau secara langsung dan mengetahui permasalahan apapun yang ada di kampus ini. Dan, Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan cepat,” terang kelahiran Majalengka, 21 September 1974 ini.

 

Saat ini, 7000 mahasiswa (Angkatan pertama) Tel-U diwajibkan menempati asrama selama 1 tahun pertama. Untuk menjaga kenyamanan mahasiswa dan ketenangan orangtua mahasiswa, Tel-U membuat ruangan monitoring (Command Center) yang dapat memantau seluruh kegiatan sivitas akademika baik indoor maupun outdoor.

 

Fasilitas Command Center ini rencananya dilengkapi dengan 300 kamera CCTV yang dipasang di area kampus, gedung perkuliahan hingga fasilitas umum dan jalan sekitar kampus, 152 di antaranya telah terpasang. Camera CCTV ini langsung terkoneksi ke ruang Command Center dengan pengawasan keamanan selama 24 jam setiap hari. Selain itu, Tel-U juga akan menyediakan 10 panic button dengan 5 jumlah panic button yang telah terpasang sehingga dapat langsung digunakan dalam keadaan mendesak dan memerlukan bantuan. Harapannya, orang tua bisa lebih tenang menyekolahkan putra putrinya di sini dan memastikan seluruh civitas akademika di Tel-U tetap merasa aman dan nyaman selama berada di lingkungan kampus.

 

Menempati lahan 50 ha, Tel-U turut menciptakan kampus hijau untuk kenyamanan beraktifitas seluruh sivitas di kampus, t juga mampu menjadikan Tel-U sebagai daerah resapan air di Bandung selatan, dengan membangun 1000 biopori. Upaya pelestarian lingkungan Tel-U dilirik oleh pemeringkatan dunia tentang kampus hijau UI Green Metric World Rank, dimana Tel-U pada Desember 2019 berhasil meraih peringkat ke-9 Nasional dan peringkat 135 dunia sebagai kampus hijau.