Hotelier

Oleh: Iqbal Ramdani () - 19 December 2018

Naskah: Suci YulianitaFoto: Sutanto/ Dok Pribadi

Malang melintang di industri hospitality puluhan tahun lamanya, IB Santoso tak pernah berhenti belajar. Meski kini sudah menjabat pucuk pimpinan di sebuah hotel chain international, semangat belajarnya tak pernah pudar. Justru baginya, posisi General Manager adalah sebuah jabatan strategis untuk dirinya mempelajari hal baru. Dan perkembangan teknologi yang berbasis digital, kini menjadi ilmu baru baginya yang sedang dipelajari dan diterapkan di Hotel tempatnya memimpin.

 

Sosoknya sederhana dan humble. Sama sekali tak ada kesan bossy. Sebaliknya, ia tampak sangat hangat dan bersahabat. Ceritacerita ringan yang diselingi candaan mengalir dari bibirnya. Mengenakan kemeja santai biru bertuliskan motor gede kesayangannya, ‘Harley Davidson’ ia tampak terlihat santai bak anak muda masa kini, belum lagi tatanan rambutnya yang gaya. Semuanya jauh dari kesan seorang pemimpin yang ‘menakutkan’. Ya, begitulah kesehariannya. Ia adalah sosok pemimpin yang sangat ramah dan merangkul seluruh karyawannya. Dari perbincangannya dengan tim Men’s Obsession berdurasi kurang lebih 45 menit, ia bercerita banyak bagaimana ia memimpin Hotel Best Western Premier The Hive (BWPTH) Cawang ini mulai dari strategistrategi dalam rangka meningkatkan revenue, pendekatan pada tamu, hingga seperti apa ia memimpin seluruh timnya yang selalu ia sebut dengan istilah ‘anak-anak saya’ ini.

 

Tepatnya memimpin dengan penuh nilainilai kemanusiaan. Ia ingin seluruh timnya bisa sejahtera, tidak ada kesenjangan yang besar antara pimpinan dan bawahan, ia ingin semua bisa merasakan kenyamanan yang merata. Ia juga selalu berusaha menciptakan suasana kerja yang menyenangkan. Pemimpin yang akrab disapa Pak IB ini juga tak pelit membagi ilmu, ia selalu memberikan pelatihan dan training yang bermanfaat pada timnya. Menjabat General Manager Hotel BWPTH Cawang sejak 2016, sudah banyak hal yang ditorehkan IB Santoso, antara lain ia berhasil meningkatkan revenue, serta mempersiapkan hotel yang terletak di Jalan DI Panjaitan Kav. 3-4 Cipinang, Jakarta Timur ini hadir dengan wajah baru, yakni more digital dengan inovasi-inovasi baru.

 

Karena keberhasilannya memimpin Hotel BWPTH Cawang ini, ia juga dipercaya memimpin Hotel Best Western Premier La Grande Bandung sekaligus. “Saya bentuk Digital Department. Nah, ini tugasnya bagaimana menjual produk secara digital. Bagaimana tamu yang tadinya booking melalui Online Travel Agent (OTA) kini bisa langsung ke kita tanpa pihak ketiga lagi. Ini yang sedang kita kembangkan. Saya sedang training anak-anak saya untuk terus bermain digital, memanfaatkan ecommerce. Lalu yang kedua bagaimana mempermudah orang untuk booking dengan pembayaran yang cashless, kita bekerja sama dengan beberapa operator cashless. 

 

Kemudian, kita juga akan kembangkan check in berbasis scan barcode. Jadi, tamu datang tinggal tanda tangan tanpa potokopi ID atau paspor untuk tamu asing. Kita akan kembangkan sebuah sistem, ini semua akan berjalan pada 2019 mendatang,” terang ayah tiga anak ini. Selain digitalisasi, Pak IB juga mengutamakan pelayanan hospitality yang maksimal pada tamu. Antara lain, bagaimana memaintain tamu dengan baik melalui slogan ‘treat a guest like a friend’, dan bagaimana memposisikan diri dan timnya sebagai seorang tamu, bukan sebagai seorang hotelier. Bahkan Pak IB sendiri tak pernah sungkan untuk turun langsung menemui tamu. “Kalau kita menganggap tamu seperti Raja kan kadang merasa nggak nyaman, tapi kalau guest is a friends, anak-anak merasa lebih nyaman. Misalnya ini, kita jamu siapapun tamu, dengan minuman dan cookies untuk mereka free yang bisa dinikmati di lobi. Kalau kita bicara bisnis mungkin rugi, tapi kalau kita bicara teman, ya itu sebagai jamuan kita kepada teman,” ungkap penghobi touring dengan ‘moge’ ini.

 

Ada yang menarik dari kisah hidup IB Santoso. Ia sangat percaya bahwa apa yang dicapainya kini adalah berkat campur tangan Allah SWT, Tuhan semesta alam. Ketika ditanya apa kunci suksesnya hingga kariernya terus meningkat di industri hospitality, dari seorang staff hingga menjabat General Manager pada usia 32 tahun, jawabannya sungguh sederhana. “Bersyukur atas nikmat Tuhan dan positive thinking Kalau kita bersyukur maka Tuhan akan menambah nikmatNya. Kedua tanamkan saja di diri Anda, Anda mau jadi apa, jadi nanti biarkan tangan Tuhan yang bekerja,” ujarnya