Bima Arya, Pantang Menyerah

Oleh: Syulianita (Editor) - 01 June 2020 | telah dibaca 523 kali

Beberapa waktu lalu, Men’s Obsession melakukan wawancara ekslusif dengan Bima Arya. Wali Kota Bogor dua periode tersebut memaparkan banyak hal menarik, mulai dari perjuangannya bisa sembuh dari Covid-19 hingga strategi jitu untuk menangani Corona. Berikut petikannya;

Belum lama silam, tersiarkan kabar yang cukup mengejutkan bahwa sejumlah pesohor negeri dinyatakan positif Corona, salah satunya Pak Bima Arya. Padahal selama ini Bapak dikenal rajin berolahraga. Bahkan, membidani komunitas lari bernama F1Runners?

Virus Corona tak pandang bulu. Ia bisa menyerang siapa saja. Saat pandemi Corona, banyak orang mulai sadar akan pentingnya hidup sehat. Mereka mendadak giat berolahraga, berjemur, mengonsumsi makanan sehat, vitamin, dan lainnya, dengan keyakinan agar terhindari dari Corona. Padahal, hidup sehat tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman virus Corona karena virus ini bisa masuk lewat droplet, sentuhan langsung atau tidak langsung. Buktinya, banyak atlet top, pebasket, pemain bola, terserang Corona. Namun, imunitas yang tinggi serta badan yang bugar, itu menentukan daya tahan kita saat terpapar virus. Itu yang saya alami karena Covid-19 lebih menghantam orang dengan penyakit bawaan.

 

Apa yang Bapak rasakan saat hari pertama dirawat di rumah sakit?


Pada hari pertama dirawat dirumah sakit, saya merasakan sakit yang luar biasa. Saya merasa mual, lemas, batuk, sedikit demam, dan
tidak nafsu makan. Kata dokter, ini namanya bronkopneumonia ringan. Jadi paru-paru saya yang diserang, gejalanya terbilang ringan.

 

Lalu, bagaimana Bapak bisa recovery dengan sangat cepat?

Menurut dokter itu karena stamina saya baik dan kondisi tubuh saya fit. Bisa dibayangkan kalau saya tidak pernah olahraga, pasti agak lebih berat. Alhamdulillah, saya sering olahraga, sehingga recovery-nya lebih cepat. Beberapa hari di rumah sakit kondisi saya membaik. Lalu, di minggu kedua, saya sudah bisa berjemur, melakukan exercise, seperti lari di tempat, push up, dan plank, sampai tubuh berkeringat.

 

Apa saja yang Bapak konsumsi selama dirawat di rumah sakit?

Saya mengonsumsi buah-buahan sehat dan protein. Sementara, obat-obatan yang saya konsumsi untuk mengatasi symptoms coronavirus, batuk diberi obat batuk, demam diberi parasetamol, mual diberi obat mual, plus vitamin dan obat antivirus.

 

Selama di rumah sakit apa saja yang Bapak lakukan selain berolahraga?

Saya menjalani proses spiritual. Lebih banyak beribadah, mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala sembari membaca dan menulis buku. Insyaallah dalam waktu dekat buku saya berjudul ‘Positif!’ bisa diterbitkan, tentang perjuangan saya melawan Corona.

 

Apa hikmah yang bisa Bapak petik dalam musibah ini?

Covid-19 bukan hanya ujian kesehatan, tapi ujian keimanan. Saya mengajak kepada semua untuk mengevaluasi diri. Saya yakin ini ujian dari Tuhan yang harus kita tangkap agar bisa menjadi lebih baik di semua aspek.

Banyak warga yang terdampak Covid-19, lalu upaya apa saja yang dilakukan oleh Pemkot Bogor agar bantuan ekonomi ini tepat sasaran?

Ada 159.162 keluarga yang mendapat bantuan dari Pusat, provinsi, dan Pemkot Bogor. Semua disalurkan secara bertahap, ada yang dalam bentuk sembako atau uang tunai. Sangat mungkin ada data yang tidak tepat atau warga yang tidak terdata. Kami akan terus sempurnakan agar yang betul-betul membutuhkan semaksimal mungkin bisa dibantu.

Silahkan gunakan jalur aduan di aplikasi Sibadra (Sistem Informasi Berbagi Aduan dan Saran) atau hubungi 112. Warga Bogor juga bisa memeriksa apakah termasuk dalam penerima bantuan di aplikasi SALUR (Sistem Kolaborasi dan Solidaritas untuk Rakyat).

 

Belum lama ini, Pemkot Bogor meluncurkan program JAGA ASA (Jaringan Keluarga Asuh Kota). Mohon dijelaskan sekilas terkait program tersebut?

JAGA ASA adalah Sebuah program untuk membantu keluarga yang sangat terdampak oleh Covid-19 dan tidak terdaftar sebagai penerima bantuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi atau Kota Bogor. Melalui aplikasi ini, donator bisa keluarga asu, yakni keluarga yang mendaftar di aplikasi SALUR, memenuhi kriteria dan sudah diverifikasi oleh tim Pemkot di Kecamatan dan Kelurahan.

Pemerintah Kota Bogor resmi memperpanjang penerapan PSBB dengan nama PSBB Transisi. Mohon dipaparkan, bidang apa saja yang menjadi prioritas transisi? Pemantauan lebih ketat di RT/RW untuk arus masuk Kota Bogor. Semua wajib di data oleh RW Siaga melalui aplikasi. Protokol kesehatan terus diperketat. Pemakaian masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Pasar dan toko non-pangan diizinkan buka dengan tetap menjaga jarak dan pengendalian pengunjung.

Restoran diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Pengaturan kursi agar tetap menjaga jarak dan membatasi maksimal 50 persen dari kapasitas. Masjid dan tempat ibadah agar aktif berperan dalam edukasi warga, pusat informasi, dan bantuan sosial terhadap warga. Aktivasi dapur umum di setiap kelurahan.

 

Selama masa pandemi Covid-19, aksi pembegalan sering terjadi di beberapa wilayah. Lalu, bagaimana Pemkot Bogor mengatasi hal ini?

Kuncinya adalah ketegasan. Saya setuju tembak di tempat, begitu ada begal tembak saja supaya ada efek jera. Pada masa Pandemi Covid-19 ini situasi keamanan yang kondusif untuk warga Bogor sangat di butuhkan.

Ini sekali lagi terkait dengan bagaimana perhatian kita kepada warga yang membutuhkan. Jadi, tidak ada alasan lagi ada orang kelaparan kemudian berbuat tindak kriminal. Tindak tegas di lapangan, saya bilang sekali lagi kalau perlu tembak di tempat bagi pelanggar hingga ada efek jera supaya tidak semakin merajalela.

 

Menutup pembicaraan apa yang ingin Bapak sampaikan agar masyarakat, khususnya warga Bogor tercinta tabah dalam menghadapi pandemi ini?

Semua memang tak lagi sama, semua berubah. Berat bagi semua, berat bagi kita. Tidak mudah bagi pemerintah untuk melakukan ini semua. Tapi, ini untuk kebaikan semua. Untuk selamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia. Terima kasih bagi yang paham dan rela bekerja sama. Mohon keikhlasannya untuk semua. Taati peraturan yang ada agar kita bersama segera lewati ini semua. Agar Bogor bisa kembali berlari lewati pandemi.

Semua memang tidak mudah, tapi belum saatnya menyerah. Bukan terserah, tapi tentukan arah. Saatnya saling bantu untuk terus melangkah.