Search:
Email:     Password:        
 





Saung Palakali ala Ary Okta

By Giatri (Editor) - 12 January 2015 | telah dibaca 7034 kali

Naskah: Giattri, Foto: Dok. Saung Palakali

Di tengah kesibukannya sebagai Artist and Designer Creative, Ary Okta sangat concern terhadap dunia pendidikan seni dengan membidani wadah kegiatan seni rupa yang diberi nama Saung Palakali Creative Art Community. Lewat saung yang berada di bilangan Depok, Jawa Barat, ini ia mengajak masyarakat khususnya anak-anak untuk bisa mengeksplorasi dan mengapresiasi seni secara mendalam.

Saat menyambangi Saung Palakali, dari luar pengunjung akan disambut oleh gerbang menjulang tinggi berwarna hijau yang tertutup rapat. Menapaki halaman depan lahan seluas 1500 meter persegi, ini kita disambut lambaian daun-daun hijau dari pepohonan nan asri.

Budaya lokal dan konsep ramah lingkungan, menjadi pijakan dasar dalam konsep mengolah kreativitas seni. Proses kreativitas dalam berkarya lebih ditekankan. Karya-karya yang sudah dihasilkan, akan diapresiasikan dalam bentuk pameran atau kegiatan lain yang rutin diselenggarakan.

Di sini, anak-anak diajarkan membuat mainan tradisional dengan menggunakan bahan-bahan dari alam sekitar, misalnya : mobil kulit jeruk, topeng pelepah pisang, kalung ronce batang singkong, kolase daun, dan lainnya. Serta mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai seni.

“Jadi memanfaatkan kembali barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk bisa menghasilkan benda yang dapat berfungsi kembali. Jangan biarkan barang-barang sisa terbuang percuma,” ungkap Ary.

Contoh materialnya bisa berupa,triplek, kaleng, karton, koran, dan botol bekas. Ary mencontohkan produk olahan dari barang limbah adalah boneka yang terbuat dari botol bekas. Nah, bagi yang ingin menyalurkan hobi melukis, Saung Palakali juga menfasilitasinya dengan perlengkapan melukis seperti crayon atau cat air. Anak-anak pun diajak melukis di alam bebas.

“Melukis dengan ekspresi bebas, menekankan pada pengolahan gagasan kreatif dan eksplorasi bahan serta media dalam melukis,” ujar Ary.

Karya lukisan yang dihasilkan oleh anak-anak binaan Saung Palakali boleh dibilang menakjubkan. Tengok saja gambar-gambar di dalam figura yang terpajang menjadi penghias pijakan menuju studio kreativitas Saung Palakali di lantai 2. Di dalam studio itu juga terpajang banyak hasil karya dalam bentuk kerajinan tangan maupun polesan kuas dalam bentuk lukisan yang bernilai mahal hingga jutaan rupiah.
Ada pula workshop membatik untuk membuat batik tulis, batik jumput dengan corak dan tradisi bebas. Selain itu, membuat kerajinan dari tanah liat juga diajarkan di sana.

“Eksplorasi pembentukan tanah liat dengan hand building, memakai alat bantu sederhana seperti ranting, daun, batu, dan lain-lain,” kata Ary.

Ada juga kelas pengayaan seperti kelas film, desain dan teater tari. Untuk menghadirkan sisi budaya, anak-anak juga diperkenalkan pada beragam permainan tradisional yang kini mulai ditinggalkan seperti gasing, suling bambu, dan egrang, main gobak sodor, lompat tali, betengan, main congklak, bekelan, egrang, bakiak gandeng, engklar, gundu, gangsing

Banyak nilai-nilai pembelajaran yang bisa diambil di sini. Anak-anak dilatih berkreasi, berimajinasi, belajar sabar, gotong-royong, kebersamaan, kejujuran, menghargai karya, dan yang pasti belajar menghargai alam semesta tersirat di dalamnya.

Selama berkreasi, anak-anak didampingi para pembina, tapi tidak secara langsung mengajarkan tentang teknik-teknik, melainkan mengajak dan menemani mereka dalam sebuah proses menghasilkan sebuah karya rupa.

“Mereka diberi kebebasan seluas-luasnya untuk berkreasi dan berimajinasi,” ujar Ary.

Sebagai sebuah paradigma baru dalam pendidikan seni Indonesia, Saung Palakali Creative Art Community diharapkan menjadi tambahan kekayaan dalam khasanah pendidikan nasional. Bisa dinikmati oleh lebih banyak anak di seluruh Indonesia dan lebih melibatkan banyak pihak dalam pengembangannya.

“Karena hakikatnya, penyelenggaraan pendidikan itu bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab seluruh komponen bangsa ini, agar anak Indonesia berani mempunyai ide, mengembangkan, mengekspresikan, mengeksplorasi dan memvisualkan ide. Jadilah mereka anak-anak Indonesia yang kreatif dan berkualitas di masa depan,” pungkas Ary.

Tak hanya mengajarkan anak-anak membuat prakarya seni secara bersama-sama, Saung Palakali juga membuka kursus private untuk siapa saja yang ingin belajar melukis, membuat prakarya dari barang bekas, menggambar,dan lainnya. Setiap kali pelatihan peserta dikenai biaya Rp.100.000/pertemuan.


Saung PALAKALI

Jl. Palakali no.26 Rt.07/07, Tanah Baru, Beji Depok
(50 m dari kelurahan Tanah Baru)
Mobile Hp. 089129585935
Fax. 78891584
Email: Ry_okta @ymail.com
Fb : Ary Okta

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

 

           
           

Popular

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 233250