Semangat Sumpah Pemuda, 28UILD 2026 Ajak Generasi Muda Bergerak Mewujudkan Hunian Layak
Rumah bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Bagi setiap keluarga, hunian adalah ruang untuk tumbuh, merasa aman, membangun harapan, dan menata masa depan. Namun, hingga kini, akses terhadap hunian yang layak masih menjadi tantangan besar bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Secara nasional, kebutuhan rumah layak masih menghadapi persoalan serius dengan perkiraan backlog perumahan mencapai sekitar 9,9 juta unit rumah. Di sisi lain, sebagian keluarga masih mengalami tekanan biaya perumahan yang tinggi, sementara sebagian masyarakat perkotaan masih hidup di kawasan kumuh maupun permukiman informal.
Persoalan tersebut juga tergambar dalam riset global Habitat for Humanity International bertajuk “Home at What Cost?” yang dilakukan di 22 negara dengan melibatkan lebih dari 30 ribu responden. Di Indonesia, riset tersebut menunjukkan bahwa banyak keluarga harus melakukan penyesuaian pengeluaran demi memenuhi kebutuhan tempat tinggal, bahkan sebagian masih merasa khawatir terhadap keberlangsungan hunian mereka ketika menghadapi situasi tidak terduga.
Berangkat dari kondisi tersebut, Habitat for Humanity Indonesia melalui kegiatan 28UILD 2026 mengajak generasi muda untuk lebih memahami isu hunian layak sekaligus mengambil bagian dalam menciptakan perubahan nyata.
Mengusung kampanye “Let’s Open the Door: Youth in Action for Decent Housing”, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berkolaborasi, dan bergerak bersama untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi keluarga Indonesia untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan bermartabat.
Momentum tersebut semakin bermakna karena bertepatan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda, sebuah pengingat bahwa persatuan dan kepedulian generasi muda dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Pelaksanaan 28UILD 2026 berlangsung secara serentak di Bogor dan Gresik, Sabtu (31/10/2026). Lebih dari 250 relawan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pengecatan lingkungan, penanaman pohon, hingga pembuatan lubang biopori sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung kawasan yang lebih sehat.
“Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar,” ujar Handoko Ngadiman, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia.
Tahun ini menjadi penyelenggaraan ke-13 bagi 28UILD sejak pertama kali digelar pada 2012. Perjalanan panjang tersebut telah melibatkan masyarakat dalam berbagai aksi kemanusiaan dan membantu lebih dari 500 keluarga di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, hingga Batam.
Bagi para relawan, pengalaman mengikuti 28UILD bukan hanya tentang melakukan pekerjaan fisik, tetapi juga membuka mata terhadap realitas sosial yang masih dihadapi banyak keluarga.
Aisha, salah satu relawan 28UILD 2026, mengungkapkan bahwa keterlibatannya memberikan pengalaman baru mengenai pentingnya kepedulian terhadap isu hunian.
“Ini kali pertama saya mengikuti 28UILD dan dari sini saya belajar bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana. Saya juga baru menyadari bahwa masih banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan mengakses rumah layak, dan penting bagi kita generasi muda untuk menyuarakan isu rumah layak huni bagi semua,” ujarnya.
Ketika Kreativitas Anak Muda Menjadi Suara untuk Hunian Layak
Tidak hanya menghadirkan aksi kerelawanan, 28UILD 2026 juga menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda untuk menyuarakan pentingnya hunian layak melalui berbagai karya.
Melalui rangkaian kampanye Let’s Open the Door, masyarakat diajak melihat rumah bukan hanya sebagai bangunan, tetapi sebagai simbol keamanan, harapan, dan kesempatan hidup yang lebih baik.
Kreativitas tersebut hadir melalui karya pemenang 28UILD T-Shirt Design Competition 2026 yang digunakan oleh para peserta kegiatan. Selain itu, instalasi pintu hasil karya tujuh pemenang Let’s Open the Door: Door Art & Illustration Competition 2026 menjadi media visual yang mengajak masyarakat merefleksikan kembali makna sebuah rumah.
Semangat anak muda juga diperkuat melalui program Youth in Action: Let’s Open the Door Mini Grant. Lima kelompok relawan terpilih akan menjalankan kampanye di komunitas masing-masing untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya housing resilience atau ketangguhan hunian.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Habitat for Humanity Indonesia ingin menunjukkan bahwa generasi muda bukan hanya penerima masa depan, tetapi juga bagian penting dalam menciptakan perubahan hari ini.
Perjalanan 28UILD 2026 turut mendapat dukungan dari para Habitat Icons, yaitu tokoh publik yang ikut menyuarakan pentingnya kepedulian terhadap isu hunian layak. Mereka di antaranya Daniel Mananta, Joanna Alexandra, Olivia Jensen, Prilly Latuconsina, Han Chandra, Barry Likumahua, Nadia Tjoa, dan Josh Kunze.
Dukungan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Sejumlah mitra yang turut berkolaborasi antara lain PT Avia Avian Tbk, Heritage, PT Santos Jaya Abadi, Yayasan KARSA, PT Surya Semesta Internusa Tbk, Herbalife Ltd, TRAC, Dapur Solo, Savica Public Health & Communication Consultancy, Novotel Tangerang, Crystalin, GoLite, YOU C1000, PT Frisian Flag Indonesia, Yayasan Wings Peduli, Smart Tools, Holland Bakery, Flow, dan Rumah Sakit Husada.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa persoalan hunian layak tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kepedulian bersama antara masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan generasi muda untuk menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.
Melalui 28UILD 2026, Habitat for Humanity Indonesia kembali mengingatkan bahwa membuka pintu menuju masa depan yang lebih baik berarti memastikan setiap keluarga memiliki kesempatan untuk hidup dalam hunian yang aman, sehat, dan bermartabat.
Rumah yang layak bukan hanya tentang tempat tinggal, tetapi tentang ruang bagi setiap manusia untuk membangun harapan.


