JBL Rayakan 80 Tahun, dari Studio Musik hingga Perangkat Audio Sehari-hari
Delapan dekade bukan waktu yang singkat bagi sebuah merek untuk terus mengikuti perubahan cara manusia menikmati musik. JBL menandai perjalanan 80 tahun pada 2026 dengan membawa kembali kisah inovasi audio yang telah menemani berbagai generasi, mulai dari studio rekaman dan bioskop hingga speaker portabel yang akrab digunakan sehari-hari.
Didirikan oleh insinyur James B. Lansing pada 1946, JBL berkembang menjadi salah satu nama yang dikenal dalam industri audio global. Teknologinya digunakan di berbagai kebutuhan, termasuk sistem tata suara profesional, perangkat audio rumahan, headphone, speaker portabel, hingga sistem hiburan kendaraan. JBL Professional juga memasok sistem audio untuk lebih dari 40 persen bioskop di dunia, menurut perusahaan.
Perjalanan JBL turut bersinggungan dengan perkembangan budaya musik. Sistem audionya hadir dalam berbagai ruang pertunjukan dan festival, termasuk Woodstock dan Tomorrowland. Kehadiran tersebut memperlihatkan bagaimana kualitas suara berperan dalam membentuk pengalaman penonton saat menikmati musik secara langsung.
Inovasi Audio dari Masa ke Masa
Selama 80 tahun, JBL mengembangkan teknologi loudspeaker dan perangkat audio untuk memenuhi kebutuhan pendengar maupun profesional di industri hiburan. Perusahaan ini juga menerima berbagai penghargaan atas kontribusinya dalam teknologi tata suara, termasuk pengakuan dari Academy Awards dan Grammy.
Kini, JBL mulai menatap perkembangan teknologi audio berikutnya, seperti spatial audio, lanskap suara adaptif, dan pengalaman mendengarkan yang lebih imersif. Perusahaan juga menempatkan keberlanjutan sebagai salah satu perhatian dalam proses pengembangan dan produksi perangkatnya.
"Selama 80 tahun, JBL telah turut membentuk cara dunia menikmati suara, menetapkan standar inovasi dan performa di ranah musik, hiburan, dan budaya," ujar Grace Koh, Vice President and General Manager, Consumer Audio, HARMAN APAC.
Menurut Grace, pengalaman mendengarkan musik di kawasan Asia Pasifik memperlihatkan bagaimana audio dapat menyatukan orang, mendorong ekspresi diri, dan menciptakan kenangan bersama.
Mendukung Generasi Kreator Berikutnya
Perhatian JBL terhadap masa depan industri musik juga diwujudkan melalui program berbasis komunitas. JBL Music Academy, JBL Campus Program, serta kolaborasi dengan organisasi Girls Make Beats menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung musisi pendatang baru dan memperluas kesempatan bagi generasi kreator.
Dukungan tersebut sejalan dengan pandangan Martin Garrix, musisi sekaligus JBL Global Ambassador, mengenai pentingnya menjaga keaslian karya musik. Ia menilai pengalaman audio yang baik membantu pendengar merasakan visi seniman sebagaimana dimaksudkan dalam karya mereka.
Pameran JBL 80 Tahun di Jakarta
Perayaan tahun ini turut hadir di Indonesia melalui pameran eksklusif di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, Jakarta, pada 21-25 Oktober 2026. Pengunjung dapat mencoba berbagai inovasi produk JBL melalui pengalaman interaktif, termasuk JBL Playback Gallery yang menampilkan perjalanan produk ikonik merek tersebut selama delapan dekade.
Secara global, JBL juga menghadirkan majalah digital khusus, serial podcast Audio Talks dari HARMAN, serta video yang merangkum perjalanan merek tersebut.
Memasuki usia ke-80, JBL menghadapi tantangan untuk mempertahankan reputasinya sekaligus menjawab perubahan kebiasaan mendengarkan musik. Perkembangan teknologi, kebutuhan akan perangkat yang semakin praktis, dan perhatian terhadap lingkungan akan turut menentukan bagaimana pengalaman audio berkembang pada tahun-tahun mendatang.


