Mahasiswa Asal Surabaya Luncurkan AAD Wiki, Platform Ensiklopedia Digital Berbasis Komunitas
Inisiatif akan pengetahuan digital kembali hadir di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Mengusung semangat kolaborasi dalam membangun pengetahuan digital. Seorang mahasiswa asal Surabaya, Ali Azhar Damarrosydi atau Ali Azhar D, meluncurkan AAD Wiki, platform ensiklopedia digital berbasis komunitas yang memungkinkan masyarakat ikut menyunting dan menambahkan informasi secara gratis.
Platform yang resmi diluncurkan pada 20 Juli 2026 itu dibangun menggunakan perangkat lunak MediaWiki, teknologi yang juga digunakan Wikipedia, dengan fokus mendokumentasikan tokoh publik, budaya populer, serta sejarah lokal Indonesia.
Usung Teknologi Wiki, Sekaligus Ajak Masyarakat Jadi Kontributor
Berbeda dengan situs informasi pada umumnya, AAD Wiki mengadopsi model penyuntingan terbuka sehingga siapa pun dapat berkontribusi memperkaya isi platform. Setiap perubahan yang dilakukan pengguna juga tercatat dalam riwayat suntingan sehingga proses penyuntingan berlangsung secara transparan.
Ali mengatakan AAD Wiki tidak sekadar menjadi proyek pribadi, melainkan ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk mendokumentasikan berbagai informasi yang selama ini belum banyak tercatat di internet.
"AAD Wiki ini saya bangun bukan sekadar proyek pribadi, tapi sebagai ruang belajar bersama, tempat siapa saja bisa berkontribusi mendokumentasikan sejarah dan tokoh-tokoh yang selama ini belum banyak tercatat. Websitenya gratis dan terbuka untuk siapa saja yang ingin ikut membangun," ujar Ali, dilansir dari siaran pers, Sabtu (1 Agustus 2026).
Jawab Kebutuhan Ruang Pengetahuan Terbuka di Era Digital
AAD Wiki hadir membawa konsep ensiklopedia berbasis komunitas yang mengedepankan akses terbuka, bebas iklan, serta kolaborasi publik dalam membangun basis pengetahuan. Tak hanya satau, platform ini pun ternyata sekaligus menjadi ensiklopedia ketiga yang dikembangkan Ali setelah Celebrity Miraheze dan Selebriti Fandom.
Selain aktif membangun ekosistem pengetahuan digital, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relations Universitas Ciputra Surabaya tersebut juga mendirikan media AAD Today dan agensi public relations AAD Today Universal.
Teman dekat Ali, Jeyhan Farrel Alfarisqi, menilai AAD Wiki memiliki visi yang jelas sebagai sumber informasi yang dapat diakses masyarakat luas.
"Platform ini menyediakan informasi yang bisa diakses siapa saja secara gratis, tanpa iklan, dan mengutamakan kualitas," katanya.
Jeyhan berharap AAD Wiki dapat terus berkembang menjadi referensi digital yang kredibel sekaligus memperkaya dokumentasi tokoh, budaya, dan sejarah lokal Indonesia.(Redaktur/ Dok. istimewa)


