UOB Indonesia Dorong Investasi Kreatif lewat 16th UOB Painting of the Year

Editor Oleh: Redaktur - 08 May 2026
Sektor ekonomi kreatif nasional kembali mendapat dorongan strategis melalui investasi berkelanjutan di bidang seni rupa. UOB Indonesia secara resmi membuka pendaftaran kompetisi 16th UOB Painting of the Year (POY) mulai 6 Mei hingga 31 Juli 2026. Langkah ini mempertegas peran sektor perbankan dalam memperkuat ekosistem seni sebagai bagian dari pilar pengembangan sumber daya kreatif di kawasan regional.Melalui ajang tahunan ini, UOB tidak hanya memberikan apresiasi berupa dana tunai, tetapi juga membangun infrastruktur pengembangan karier bagi seniman lokal melalui integrasi pasar seni rupa internasional.

Dalam edisi ke-16 ini, UOB Indonesia memperkenalkan kriteria penilaian yang lebih ketat bagi kategori Established Artist. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan bahwa kompetisi memiliki standar yang relevan dengan dinamika pasar seni rupa profesional saat ini.

Seniman yang berkompetisi pada kategori profesional diwajibkan memenuhi minimal tiga kriteria portofolio strategis, antara lain:
  • Pernah atau sedang dalam representasi galeri seni komersial.
  • Memiliki catatan komersial dalam penjualan karya seni.
  • Rekam jejak dalam partisipasi pameran tunggal maupun kolektif.
  • Pengalaman menerima hibah (grant) atau komisi dari entitas bisnis maupun institusi resmi.
  • Memiliki riwayat penghargaan seni di skala nasional atau internasional.

Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Luke Ariefiandi, menyatakan bahwa perusahaan berfokus pada pemberdayaan seniman untuk tumbuh secara berkelanjutan. Melalui UOB Art Alumni Network, para praktisi seni dihubungkan dengan peluang ekonomi dan profesional di Asia Tenggara.

Program ini memfasilitasi keterlibatan dalam UOB Art Talks, pameran lintas batas, hingga program residensi internasional. Salah satu bentuk investasi nyata adalah UOB-NAFA Studios Residency di Paris yang berlokasi di Cité Internationale des Arts. Program residensi yang dijadwalkan mulai Juli 2026 ini menjadi jalur eksklusif bagi alumni untuk meningkatkan nilai tawar karya mereka di pasar global.

Proses kurasi karya akan dipimpin oleh dewan juri lintas disiplin yang terdiri dari Melati Suryodarmo sebagai Ketua Dewan Juri, Dr. Agung Hujatnika dari FSRD ITB, serta Heri Pemad selaku Creative Director Sarinah Art District. Kehadiran tokoh-tokoh ini memastikan penilaian objektif yang mencakup aspek estetika sekaligus potensi komersial karya.

Pemenang nasional akan diumumkan pada 24 September 2026 dan akan mewakili Indonesia dalam perebutan gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year di Singapura pada 28 Oktober 2026. Selain akses jaringan, pemenang regional berhak mendapatkan hadiah uang tunai senilai SGD13.000 sebagai bentuk dukungan kapital bagi pengembangan kreativitas mereka.UOB Indonesia juga memperluas jangkauan melalui rangkaian roadshow di sentra kreatif seperti Bandung untuk memperdalam penetrasi program ke komunitas seniman muda dan mendorong pertumbuhan industri kreatif yang lebih inklusif.