5 Tahun Berdiri, Primaya Sport Clinic Tangani Ribuan Kasus Cedera Olahraga dengan Teknologi Robotik

Editor Oleh: Redaktur - 02 April 2026

Tren gaya hidup aktif masyarakat saat ini ternyata diiringi dengan lonjakan kasus cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal. Berdasarkan data, cedera ligamen mencapai angka 41,1 persen dengan mayoritas 60 persen kasus menyerang area kaki dan lutut pada kelompok usia produktif atau anak muda.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius di dunia medis. Banyak kasus cedera yang berpotensi memburuk menjadi cedera kronis akibat kurangnya penanganan sejak dini. Merespons tingginya kebutuhan perawatan tersebut, Primaya Sport Clinic and Orthopedic Center (PSCOC) di Primaya Hospital Bekasi Timur terus memperkuat layanan ortopedinya bertepatan dengan usianya yang menginjak lima tahun.

Sejak beroperasi pada tahun 2021, PSCOC tercatat telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis. Pasien yang datang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia dengan beragam kebutuhan medis, mulai dari cedera olahraga, masalah tulang belakang, tangan dan bedah mikro, panggul dan lutut, hingga trauma kompleks serta ortopedi umum.

Keandalan fasilitas ini juga telah mendapat kepercayaan dari berbagai klub dan organisasi olahraga besar di Tanah Air. Beberapa di antaranya adalah Bogor LavAni, PBSI Jakarta Selatan, PBVSI, hingga KONI Kota Bekasi yang rutin memercayakan layanan kesehatan atlet dan dukungan medis turnamen kepada PSCOC.

Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, Dr. dr. Meizar Rizaldi, M.Ked.Klin., MM., MBA., FISQua, menegaskan komitmen pihak rumah sakit dalam menghadirkan perawatan medis terbaik. Menurutnya, pemanfaatan inovasi merupakan kunci utama dalam mendukung pemulihan pasien.

"Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas layanan, PSCOC mengadopsi inovasi teknologi terkini, salah satunya Cyberdine HAL (Hybrid Assistive Limb), teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien," ujar dr. Meizar.

Robotic Cyberdine HAL (Hybrid Assistive Limb)

Cyberdyne HAL (Hybrid Assistive Limb) adalah teknologi robotik wearable cyborg dari Jepang yang digunakan untuk rehabilitasi saraf (neuro-rehabilitation) guna meningkatkan kemampuan berjalan dan kekuatan otot pasien pasca stroke atau cedera tulang belakang.

Dr. Meizar juga menambahkan bahwa PSCOC tengah mengembangkan Orthobiological Center. Fasilitas ini berfokus menghadirkan layanan berbasis PRP, secretome, dan stem cell yang terintegrasi penuh mulai dari tahap diagnosis, tindakan, hingga masa rehabilitasi.

Perawatan optimal di fasilitas ini sangat didukung oleh kolaborasi penanganan operatif dan non-operatif bersama tim dokter spesialis dan konsultan ortopedi multidisiplin. Pasien dapat memanfaatkan teknologi canggih seperti fisioterapi konvensional dan robotik dengan alat penunjang lengkap, seperti BMD (Bone Mineral Density), X-Ray Long Length, R-Force Treadmill, Focus Shockwave Therapy, USG Pain Management, hingga High Intensity Laser.

"Harapannya adalah kalau saya melihat sekarang di Indonesia khususnya Jakarta, dikit-dikit berobat ke luar negeri saja deh. Ada masalah sedikit pergi ke Penang, ada masalah sedikit perginya ke Malaka. Kami ingin buat satu layanan di mana memang PSOC ini layanan yang bisa dibilang dari A sampai Z siap membantu para pasien," pungkasnya.

Senada dengan hal tersebut, dr. Evan, M.Kes, Sp.OT, Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K, selaku Ketua SMF (Staf Medical Fungsional) Ortopedi dan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di Primaya Hospital Bekasi Timur, memaparkan bahwa pendekatan medis masa kini bukan lagi sekadar mengobati luka.

Ia menyebutkan bahwa pendekatan komprehensif bersama tim multidisiplin bertujuan utama untuk memulihkan fungsi tubuh serta kualitas hidup pasien secara jangka panjang.

"Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi. Ini menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat," jelas dr. Evan.

Sementara itu, CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, turut mengapresiasi perjalanan fasilitas klinik olahraga ini. Baginya, angka penanganan yang tinggi menjadi bukti dedikasi rumah sakit bagi masyarakat.

"Pencapaian lima tahun PSCOC mencerminkan komitmen Primaya Hospital dalam memberikan layanan kesehatan yang mengintegrasikan keunggulan klinis, teknologi, dan ketulusan dalam perawatan," ungkap Leona.

Ke depannya, layanan ortopedi yang telah menjadi salah satu center of excellence di jaringan Primaya Hospital ini akan terus diperluas. Didukung lebih dari 70 dokter spesialis ortopedi di 20 jaringan rumah sakit, pihak manajemen berencana menambah ranah subspesialisasi ortopedi onkologi dan ortopedi anak guna menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang. (Dok. Primaya Hospital)