Hematnya Pakai Polytron G3 Series Bisa Pangkas Biaya Operasional Sampai 9 Kali Lipat

Editor Oleh: Redaktur - 31 March 2026

 

 

Dinamika harga bahan bakar minyak yang fluktuatif serta pemandangan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum kini menjadi tantangan nyata bagi mobilitas masyarakat urban. Di tengah kondisi ini, pergeseran paradigma menuju kendaraan listrik mulai dipandang bukan sekadar tren gaya hidup ramah lingkungan, melainkan strategi finansial yang lebih masuk akal. Kehadiran Polytron G3 Series ke pasar otomotif nasional mempertegas argumen tersebut melalui kalkulasi biaya operasional yang sangat kontras jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional.

Secara matematis, efisiensi yang ditawarkan teknologi ini mencapai angka yang cukup signifikan. Berdasarkan perbandingan biaya energi, kendaraan berbahan bakar bensin dengan konsumsi rata-rata 13 liter per 100 kilometer dan harga bahan bakar Rp13.590 per liter memerlukan biaya sekitar Rp1.767 untuk setiap kilometer yang ditempuh. Di sisi lain, Polytron G3 Series dengan tarif listrik Rp1.699 per kWh dan konsumsi energi 0,129 kWh per kilometer hanya memerlukan biaya operasional sekitar Rp220 per kilometer.

"Melalui simulasi ini, kami ingin memberikan transparansi biaya yang nyata bagi konsumen sehingga mereka bisa melihat potensi penghematan yang bisa dicapai," ujar Head of Product Polytron, Ilman Fachrian Fadly. Menurut beliau, masyarakat kini semakin kritis dalam menghitung pengeluaran rutin dan data menunjukkan bahwa biaya energi mobil listrik jauh lebih rendah serta lebih mudah diprediksi dibandingkan bahan bakar fosil.

Selisih biaya tersebut memberikan dampak besar jika ditarik ke dalam skala pengeluaran rutin bulanan maupun tahunan. Untuk skenario jarak tempuh rata-rata 1.500 kilometer per bulan, pengguna kendaraan bensin harus mengalokasikan dana sekitar Rp2.650.500 hanya untuk bahan bakar. Sementara itu, pengguna mobil listrik ini hanya perlu merogoh kocek sekitar Rp330.000 dalam periode yang sama. Dengan potensi penghematan mencapai Rp2,3 juta per bulan atau menyentuh angka Rp28 juta per tahun, kendaraan listrik menjadi pilihan finansial yang lebih rasional.

Selain aspek biaya, kepraktisan menjadi keunggulan yang sulit diabaikan. Keberadaan unit dengan kapasitas baterai 52 kWh ini memungkinkan pengisian daya dilakukan secara mandiri di rumah, sehingga ketergantungan terhadap infrastruktur pengisian bahan bakar publik berkurang secara drastis. Jarak tempuh maksimal yang mencapai 402 kilometer dalam satu kali pengisian penuh memberikan rasa tenang bagi pengguna untuk pemakaian harian di dalam kota maupun perjalanan jarak menengah.

"Keunggulan utama dari mobil listrik ini terletak pada kemudahan pengisian daya di rumah yang jauh lebih efisien dan praktis tanpa harus bergantung pada antrean di SPBU," tambah Ilman. Bagi konsumen, keleluasaan untuk memprediksi pengeluaran energi dengan tarif listrik yang relatif stabil adalah sebuah nilai tambah yang mewah.

Paparan berbasis data faktual ini pada akhirnya mengajak masyarakat untuk mulai mempertimbangkan mobilitas cerdas yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Melalui kombinasi teknologi dan efisiensi yang terukur, era baru transportasi ini menjanjikan kenyamanan tanpa harus terbebani oleh antrean panjang maupun fluktuasi pasar energi global. (Foto: Dok. Polytron)