50 Tahun Berkarya, Polytron Perkuat Dominasi dari Audio hingga Motor Listrik Nasional
Memasuki usia lebih dari lima dekade, Polytron menunjukkan bahwa konsistensi dan relevansi masih menjadi kekuatan utama merek elektronik asal Indonesia ini. Sepanjang 2025, Polytron mencatatkan kinerja pasar yang solid di berbagai lini, mulai dari audio dan peralatan rumah tangga hingga kendaraan listrik roda dua.
Data GfK per November 2025 menempatkan Polytron sebagai pemimpin pasar kategori audio, peringkat kedua kulkas, serta berada di tiga besar untuk televisi dan mesin cuci. Di sektor kendaraan listrik, Polytron kini memimpin pasar motor listrik nasional. Berdasarkan data Sisapira 2024, hampir 40 ribu unit motor listrik Polytron telah digunakan di berbagai wilayah Indonesia.
Commercial Director Polytron Tekno Wibowo mengatakan ketahanan perusahaan dibangun melalui konsistensi menjaga mutu produk di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu ideal.
“Meskipun kondisi ekonomi tidak terlalu baik-baik saja, Polytron masih bisa menunjukkan ketahanan. Kunci utama kami selalu ada pada kualitas produk, karena mendapatkan kepercayaan pelanggan itu sangat sulit,” ujar Tekno.
Ekspansi ke kendaraan listrik menjadi salah satu langkah strategis Polytron dalam menjawab kebutuhan mobilitas masa depan. Menyambut 2026, perusahaan berfokus memperkuat ekosistem EV, salah satunya melalui pengembangan portable fast charger untuk mengurangi kekhawatiran jarak tempuh pengguna.
“Teknologi ini memungkinkan tambahan jarak tempuh sekitar 10 kilometer hanya dengan 10 menit pengisian untuk FOX-350, dan hingga 20 kilometer dalam 15 menit untuk FOX-200,” kata Tekno.

Di sisi hulu, Polytron juga menyiapkan fasilitas produksi battery pack di dalam negeri dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri mencapai 60 persen. Langkah ini sejalan dengan agenda transisi energi dan target Net Zero Emission nasional.
Penguatan bisnis turut ditopang oleh infrastruktur internal. Polytron kini memiliki lebih dari 793 dealer direct channel di seluruh Indonesia serta didukung lebih dari 700 tenaga riset dan pengembangan. Investasi robotisasi di lini produksi juga terus dilakukan untuk menjaga efisiensi dan konsistensi mutu.
Selain kinerja komersial, Polytron memperluas perannya melalui pendekatan sosial dan komunikasi merek. General Manager Corporate Communications Polytron Diantika menilai kedekatan dengan konsumen menjadi fokus utama perusahaan pada 2026.
“Kalau konsumen tidak tahu Polytron itu apa, mereka bahkan tidak akan mempertimbangkan untuk membeli. Kami ingin konsumen tahu bahwa Polytron adalah brand lokal asal Indonesia dengan produk yang beragam dan berkualitas,” ujar Diantika.
Seiring pertumbuhan tersebut, Polytron melihat perubahan perilaku konsumen sebagai sinyal penting arah bisnis ke depan. Kebutuhan akan produk yang efisien, mudah diakses, dan relevan dengan gaya hidup sehari-hari menjadi dasar pengembangan inovasi. Perusahaan menilai keberhasilan tidak hanya diukur dari angka penjualan, tetapi dari seberapa jauh produk mampu digunakan secara nyata dan berkelanjutan oleh masyarakat luas. Pandangan ini menjadi landasan Polytron dalam menjaga kesinambungan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan berbasis pengalaman seperti Polytron Fest 50 Tahun yang digelar di Jakarta dan Semarang pada 2025, menarik lebih dari 20 ribu pengunjung. Polytron juga menyiapkan kampanye tematik Ramadan melalui program Ramadan Mode On yang menghadirkan konten resep harian, fasilitas rest area mudik, hingga inisiatif Kilometer Kebaikan bagi komunitas EV.
Dari sisi pemberdayaan ekonomi, Polytron menjalankan program UMKM Naik Level melalui pelatihan bisnis, pendampingan promosi, hingga dukungan alat usaha. Seiring langkah keberlanjutan, perusahaan mencatat penurunan intensitas energi serta peningkatan daur ulang limbah plastik produksi.
“Kami percaya setiap situasi sulit selalu menyimpan peluang. Polytron akan terus berkontribusi bagi konsumen dan industri Indonesia,” ujar Tekno. [Angie | Istimewa]


