Lazada Tegaskan Fokus pada Autentisitas dan Kepercayaan Konsumen Menuju Kampanye 12.12

Editor Oleh: Redaktur - 27 November 2025

Fokus pada kualitas dan keaslian produk menjadi isu yang semakin penting di pasar eCommerce Indonesia. Pergeseran perilaku konsumen yang lebih selektif mendorong Lazada merancang strategi baru yang menempatkan brand sebagai pusat pengembangan platform. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, jaminan autentisitas, dan pengalaman belanja yang lebih relevan bagi konsumen.

CEO Lazada Indonesia Carlos Barrera mengatakan bahwa konsumen Indonesia kini lebih cerdas dan menaruh perhatian besar pada kualitas. Karena itu, penguatan peran brand di ekosistem LazMall dianggap menjadi ruang strategis untuk menjawab tuntutan pasar. “Ketika brand berkembang, konsumen merasakan manfaatnya. Akses harga yang lebih baik, penemuan produk yang lebih mudah, serta kualitas yang terjaga menjadi elemen yang ingin kami dorong,” ujar Carlos.

Tren eCommerce berbasis autentisitas di Asia Tenggara pun menunjukkan pergeseran signifikan. Laporan Cube Asia memproyeksikan transaksi melalui kanal mal terverifikasi mencapai 30 persen dari total penjualan eCommerce pada 2025, dengan nilai sekitar US$40 miliar. Pada 2030, segmen ini diperkirakan menguasai lebih dari separuh pasar ritel eCommerce kawasan dengan estimasi nilai US$150 miliar.

Untuk menyesuaikan diri dengan tren tersebut, Lazada menyiapkan sejumlah pilar penguatan platform. Commercial Director Lazada Indonesia Nanang Ariswibowo menjelaskan bahwa perusahaan memperbaiki alur pengalaman konsumen dari ujung ke ujung. “Ketika pengalaman belanja lebih mulus, brand memperluas jangkauannya dan konsumen terdorong mengeksplorasi produk baru,” katanya.

Pembaruan platform mencakup fitur berbasis AI yang membantu penemuan produk serta optimalisasi konten toko, peningkatan layanan pelanggan dan logistik termasuk pengiriman barang besar, serta program keanggotaan yang menawarkan keuntungan tambahan. Selain itu, perusahaan memperluas kanal pemasaran melalui festival belanja, subsidi voucher, serta jaringan afiliasi untuk memberikan nilai lebih bagi brand sekaligus menarik konsumen baru.

Sejumlah brand lokal telah merasakan perubahan tersebut. Gramedia menyebut transformasi digital menjadi kebutuhan untuk menjangkau pembaca muda. Corporate Support Director Gramedia Yosef Adityo mengatakan bahwa kolaborasi dengan LazMall membantu modernisasi kanal penjualan mereka. “Kami perlu berada di ruang yang digunakan generasi baru, dan kehadiran di platform resmi memberi ruang untuk terus terhubung dengan pembaca,” ungkapnya.

Memasuki persiapan menuju festival belanja 12.12, Lazada menegaskan bahwa penguatan ekosistem brand bukan sekadar pembaruan teknologi, tetapi langkah untuk menjaga kepercayaan pasar. Fokus perusahaan kini berada pada bagaimana brand tumbuh sehat dan bagaimana konsumen memperoleh pengalaman yang lebih relevan dalam lanskap ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang. [Angie]