Obsession Awards 2020; Rising Star Companies

Oleh: Syulianita (Editor) - 18 April 2020 | telah dibaca 800 kali

Naskah: Suci Yulianita Foto: Edwin B.

 

PT Batamec Shipyard sejatinya bukanlah perusahaan baru. Sesungguhnya sudah lama beroperasi, sekitar 35 tahun dan merupakan Perusahaan Milik Asing (PMA). Namun pada akhirnya diakuisisi oleh pengusaha wanita, Maya Miranda Ambarsari pada 2019 lalu di saat perusahaan hampir ‘mati’. Sangat membanggakan, di tangan Maya keberadaan Batamec otomatis berubah menjadi perusahaan nasional (PMDN), yang kini semakin bersinar menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

 

Keputusan Maya mengakuisisi perusahaan tersebut rasanya sungguh tepat. Apalagi jika melihat kondisi negara Indonesia sebagai negara maritim, jelas peluang tersebut sangat besar. Kapal- kapal terbaik sudah tentu dibutuhkan di negara maritim. Maya pun sangat optimis Batamec akan bisa menjadi market leader perusahaan galangan kapal di Indonesia, serta mampu membawa kejayaan Indonesia pada bidang perkapalan di mata dunia. “Batamec ini perusahaan lokal dengan skala internasional, jadi saya optimis Batamec bisa menjadi market leader untuk perusahaan galangan kapal di Indonesia,” ungkap Maya yang juga menjabat Presiden Direktur PT Batamec Shipyard.

 

Namun bagi Maya, ada hal yang juga penting atas keputusan besarnya mengakuisi Batamec, adalah ia ingin berperan serta dalam pembangunan ekonomi dengan berkontribusi menyerap tenaga kerja. Saat pertama kali mengunjungi Batamec untuk melihat kondisi langsung perusahaan tersebut, hatinya tergerak kala ia melihat begitu banyak tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada Batamec. Ia tak bisa membayangkan bagaimana nasib mereka dan keluarga mereka jika Batamec harus kolaps.

 

Dari situlah, ia terus terpikirkan, selalu memikirkan nasib mereka. Maya pun tak henti-hentinya berdoa pada Sang Kuasa memohon petunjuk. Dan tanpa menunggu waktu lama, hatinya mantap untuk mengakuisisi Batamec lantaran ingin berkontribusi pada bangsa dan negara, serta demi kesejahteraan lebih kurangnya 500 tenaga kerja yang mencari nafkah di Batamec. Niat yang mulia, maka atas ridho Allah SWT jalan pun akan terbuka. “Saya mengucapkan bismillah, dengan niat yang paling terdalam memohon untuk dimudahkan. Saya sangat yakin bahwa dengan itikad baik galangan kapal Batamec akan menjadi luar biasa,” tutur ibu dari Muhammad Khalifah Nasif ini.

 

PT Batamec Shipyard bisa dikatakan sebagai salah satu perusahaan galangan kapal terbaik dan terbesar di Indonesia. Hadir sejak tahun 1986, Batamec bergerak di bidang pembangunan kapal baru, perbaikan dan konversi kapal. Batamec berdiri megah di atas lahan seluas 70 hektar di Jalan Brigjen Katamso. KM 19 Tanjung Ucang, Pulau Batam. Dengan demikian, tentu Batamec telah memiliki sistem kerja, produksi, serta SDM yang sangat profesional dan mumpuni, tentunya didukung dengan fasilitas-fasilitas terbaik, sehingga mampu memproduksi kapal-kapal terbaik.

 

Fasilitas tersebut, antara lain, graving dock yang dilengkapi 2 grantry crane berkapasitas 160 ton dan tinggi 32 meter, memiliki tiga area slipway serta tiga dermaga dengan kedalaman 6 hingga 8 meter. Tentunya didukung dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti CNC Cutting Machine, Forming Machine, Heavy Transporter, Mobile Crane, dan masih banyak lagi.

 

Saat ini Batamec mampu memproduksi berbagai jenis kapal sesuai permintaan, mulai dari kapal tanker, kapal kargo, kapal bantu cair minyak, hingga kapal tandu. Tercatat telah banyak kapal yang diproduksi Batamec untuk para klien baik dari dalam negeri, seperti TNI AL dan Djakarta Lloyd maupun dari luar negeri seperti dari Norwegia yang pernah memesan langsung kapal dari Batamec. Kapal-kapal yang pernah diproduksi Batamec tersebut antara lain, 20 unit Anchor Handling Tug-Supply (AHTS), 4 unit AHTS Deep Sea series, 7 unit kapal jenis PSV & Work Barge, 3 unit Merchant Vessels, serta 4 unit kapal TUGS.

 

Selain memproduksi kapal, Batamec juga menjadi ‘bengkel’ kapal pilihan. Beberapa kapal yang mempercayakan perawatan dan perbaikan kapal pada Batamec, di antaranya, kapal-kapal TNI AL, kapal kargo, kapal penumpang kapal feri, kapal tongkang, serta kapal-kapal TUGS dan kapal lepas pantai. “Galangan kita kan sudah memiliki kemampuan membangun kapal sesuai kebutuhan. Ayok kita bangkit dan kita besarkan industri kita. Batamec adalah satu dari ratusan galangan kapal nasional yang siap memenuhi kebutuhan kapal dalam negeri,” katanya.

 

Tak hanya itu, Batamec juga memproduksi pembuatan steel pendukung kapal. Beberapa di antaranya yang pernah diproduksi Batamec, antara lain Drillship – Dru untuk JSL – Petrobas, Ocean Apex untuk JSL – Diamond Offshore, Pacif ic Jack – Up Class 400 untuk PPL – Perisai, Hercules Jack – Up untuk JSL – Hercules Offshore, Madura FPSO untuk Boskalis, dan Maersk Culzean FSO untuk JSL – Maersk Oil UK.

 

Kiprah dan dedikasi Batamec selama puluhan tahun ini juga mendapat pengakuan internasional dengan meraih banyak penghargaan dan sertifikasi ISO, seperti penghargaan ISO 9001:2015 tentang sistem manajemen kualitas, serta sistem manajemen keamanan dan kesehatan dari BS OHSAS 18001:2007 dan ISO 45001:2018, sistem manajemen lingkungan ISO 14001:2015. Tak kalah penting, PT Batamec Shipyard juga telah mendapatkan sertifikat International Ship and Port Facility Code (ISPS Code).

 

Maya yang kini aktif sebagai anggota Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia (IPERINDO) ini, pun sangat optimis Batamec akan kembali bersinar. Belum lama beroperasi kembali, awal tahun 2020 saja Batamec sudah mendapatkan beberapa order untuk dikerjakan. Apalagi menurutnya, tahun 2020 ini industri ini akan bertumbuh bersama dengan industri pelayaran nasional.

 

“Saya kok sangat optimis, industri ini tumbuh. Kita besar bersama-sama industri terkait, seperti pelayaran, dan kita mulai di 2020. Dan alhamdulillah, setelah kita akuisisi, perusahaan galangan kapal yang semula nyaris kolaps itu, kini sudah mulai kembali bergairah. Pekerjaan pun mulai datang, para pegawai kembali bersemangat,” ujar isteri dari Andreas Reza Nazaruddin.