Obsession Awards 2020; Rising Stars

Oleh: Syulianita (Editor) - 17 April 2020 | telah dibaca 831 kali

Naskah: Gia Putri Foto: Dok. Pribadi

 

Jam terbang dan pengalaman Mardani Maming di dunia bisnis tak perlu disanksikan lagi. Terlebih, prestasi di dunia politik saat ia menjadi kepala daerah terbukti berhasil membangun Kabupaten Tanah Bumbu. Rekam jejaknya tersebut kemudian mengantarkannya menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022.

 

“Like father like son” alias “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”, begitulah perumpamaan tepat bagi Mardani Maming yang mewarisi kehebatan ayahnya sebagai seorang pengusaha sukses di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. “Ayah saya, almarhum Haji Maming adalah pengusaha di tanah kelahiran kami di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Selain pengusaha, beliau juga kepala desa di sana,” Mardani memaparkan.

 

Pria kelahiran Batulicin, 17 September 1981 ini pun bercerita bahwa ia banyak belajar dan ditempa oleh ayahnya untuk menjadi seorang wirausaha. “Kami memulainya dari usaha kecil hingga terus berkembang sampai saat ini. Kami pernah merasakan jatuh bangun dalam mengembangkan usaha. Ayah selalu mengingatkan menjadi wirausaha itu harus mau bekerja keras dan fokus pada tujuan agar sukses dan tidak melupakan etika serta kesantunan dalam pergaulan,” ujar CEO PT Batulicin 69 ini. Karena itu, empatinya terhadap pengusaha lokal sangat tinggi ketika menjadi Bupati Tanah Bumbu selama 2 periode.

 

Ketika terpilih sebagai Ketua Umum BPP HIPMI, pria yang dikenal memiliki kepribadian tenang, cerdas, dan cepat tanggap ini pun melakukan sejumlah langkah untuk membawa HIPMI menjadi organisasi yang semakin besar, solid, demokratis, serta mampu mencetak pengusaha hebat dan konglomerat baru di Tanah Air.

 

Ia menuturkan, momen bonus demografi Indonesia yang diproyeksikan akan terjadi pada tahun 2030-2040, seperti pedang bermata dua karena jika Indonesia tidak siap, dapat berpotensi menjadi bencana. “Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepak bola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0. Hal tersebut bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap dibandingkan dengan kita,” ungkap Mardani pada acara pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Masa Bakti 2019-2022 yang turut dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, ASEAN Young Entrepreneur Council Head of Delegation, jajaran Mantan Ketua Umum BPP HIPMI, dan lebih dari 1000 pengusaha dari 34 provinsi Badan Pengurus Daerah HIPMI, serta perwakilan Badan Pengurus Cabang HIPMI seluruh Indonesia.

 

Untuk itu, HIPMI menggagas beberapa program untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, khususnya pada generasi muda. Ia menggarisbawahi, HIPMI tidak akan memberikan sekadar teori. Namun, menekankan HIPMI akan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk praktek langsung mengelola bisnis.

“Banyak program HIPMI yang memberikan edukasi kepada generasi muda, sehingga para generasi muda ini bisa menjadi generasi yang memiliki kompetensi dalam menghadapi era industri dan era bonus demografi,” tuturnya. Program HIPMI Coffee Entrepreneur dengan HIPMI Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana HIPMI turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda. Program ini merupakan hasil kerja sama BPP HIPMI dengan produsen kopi yang langsung menjadi mentor di bidang itu. “Kami pupuk mulai dari bangku kuliah,” imbuhnya.

 

Selain HIPMI, Coffee Entrepreneur, CEO dari Holding Company bernama PT Maming 69 dan PT Batulicin 69 yang saat ini membawahi sebanyak 55 entitas anak perusahaan tersebut mengatakan, HIPMI juga akan terus menggencarkan program HIPMI Goes to Campus, HIPMI Goes to School, HIPMI Santripreneur, serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota HIPMI.

 

Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah. Program- program tersebut digagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda Indonesia.

 

“Saya berharap SDM para pengusaha muda Indonesia kelak dapat berkembang menjadi pengusaha yang andal, profesional, dan memiliki daya saing. Di dunia usaha harus terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, akan lahir banyak pengusaha muda hebat dari daerah, munculnya peluang investasi, terbuka lapangan kerja baru, sehingga ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia semakin meningkat,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika anggota HIPMI di seluruh Indonesia diberdayakan tentu saja akan berdampak luar biasa bagi perekonomian negara ini. “Tugas kita bersama adalah bagaimana agar HIPMI di daerah bisa lebih meningkat perannya. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara HIPMI, pemerintah daerah, dan lembaga terkait untuk menjadikan HIPMI sebagai lokomotif penggerak ekonomi daerah,” tandasnya. Pengusaha muda yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan ini mengusulkan kepada pemerintah untuk berani merekrut generasi muda untuk menduduki, bekerja, dan mengemban tanggung jawab pada posisi strategis.

 

Mardani menyebutkan bahwa sudah saatnya Indonesia mulai mengoptimalkan peran generasi milenial di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, legislatif, bisnis, dan berbagai bidang lainnya. “Jika sepakat bahwa perlu adanya regenerasi, sekaranglah waktunya untuk diwujudkan. Misalnya, berilah kesempatan generasi muda kita untuk menduduki jabatan penting di BUMN yang jumlahnya mencapai 142 perusahaan. Pada saatnya nanti, mereka akan siap menghadapi persaingan pada era bonus demografi,” pungkasnya. Terakhir, kepada generasi muda ia berpesan: "Jemput mimpimu di masa muda karena itu kunci kesuksesanmu".