PT Eigerindo MPI, Green Lifestyle Ala Eiger

Oleh: Syulianita (Editor) - 24 January 2020

Naskah: Gia Putri Foto: Dok. OMG

 

Permasalahan sampah sudah semakin meresahkan. Tiap tahunnya, kota-kota di dunia menghasikan sampah hingga 1,3 miliar ton. Diperkirakan oleh Bank Dunia pada 2025, jumlah ini bertambah hingga 2,2 miliar ton. Fakta tentang sampah nasional pun sudah menjadi masalah serius, yakni Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi sebagai salah satu negara dengan jumlah sampah plastik laut terbanyak. Upaya Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Berbagai dukungan dan dorongan untuk mewujudkannya pun datang dari para pelaku usaha, salah satunya PT Eigerindo MPI.

 

CEO PT Eigerindo MPI Ronny Lukito menuturkan, dewasa ini sudah banyak orang yang mulai menyadari betapa pentingnya menjaga lingkungan. Hal tersebut bisa dilakukan dengan menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan. Gerakan ini bisa mulai diterapkan dengan hal-hal kecil karena sebuah perubahan besar selalu diawali dengan langkah kecil dan sederhana. Di perusahaanya pun karyawan dibentuk untuk memiliki kesadaran menjaga komitmen 3R, dimulai dari imbauan tentang kesadaran pentingnya menjaga lingkungan, lalu dibuat regulasi, serta dijalankan dengan konsisten dan berkesinambungan.

 

Untuk Reduce dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan, antara lain perhatikan penggunaan tissue. Gunakan tissue seefektif mungkin, bila perlu gunakan sapu tangan atau handuk kecil untuk sekadar mengelap keringat. Dengan begitu, akan mengurangi produksi tissue secara berlebihan yang berarti juga akan membantu mengurangi penebangan dan kerusakan hutan. Lalu, kurangi penggunaan kertas dengan digital paperwork dan paperless report di kantor serta karyawan diimbau untuk bring your own tumbler (BYOT), sehingga mereka tidak perlu membelinya dalam bentuk kemasan yang tentu akan berpotensi menghasilkan sampah.

 

“Di setiap ruang meeting, kami sudah tidak menyediakan air mineral dalam kemasan, sebagai gantinya diperbanyak water station (air galon),” urai Ronny. Selain itu, penggunaan listrik di kantor Eiger juga sangat diminimalisir. “Pada saat jam istirahat, lampu ruangan harus dimatikan,” tambahnya.

 

Sementara Reuse, yakni melalui cara penggunaan kertas bekas untuk mengurangi pemborosan kertas (paperless). Lalu, memakai water purifier, sehingga air galon di water stations diproduksi sendiri. Sedangkan Recycle, di Eiger Adventure Store yang ada di Kota Bandung mulai disediakan tong sampah/tempat pembuangan khusus sampah plastik yang nantinya sampah tersebut akan diolah kembali oleh Bank Sampah Bersinar Jawa Barat.

 

Bahkan, di beberapa Flagship Store Eiger, tidak menggunakan plastik dan mewarkan shopping bag berbahan dasar singkong/cassava. “Ini merupakan stepping stone mengurangi penggunaan single use plastik di Eiger. Shopping bag ini bisa terurai sendiri dalam waktu beberapa bulan dan kalau dilarutkan dalam air mendidih akan langsung terurai karena bahan dasarnya dari pati singkong,” tambah Ronny. Ke depan, sambungnya, semuanya akan menggunakan shopping bag dari cassava. “Di store kami juga sudah provide shopping bag berbahan tas serut yang bisa dipakai berulang kali (reuse) untuk berbagai kebutuhan, biasanya kami akan mengedukasi konsumen untuk tidak menggunakan plastik, dari Eiger juga punya shopping bag ini, dijual terpisah,” papar Ronny.

 

Selain itu, beberapa produk Eiger juga sudah menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti kaos yang terbuat dari katun bambu yang memiliki kualitas organik lebih baik dari katun biasa, seperti daya tahan yang lebih tinggi, lebih cepat menyerap kelembapan, dan mengandung anti bakteri. “Beberapa produk lainnya, juga tengah kami kembangkan agar arahnya ke sustainability, sehingga lebih ke ramah lingkungan, seperti bahan hasil recycle dari botol PET/air kemasan plastik,” terangnya. Menariknya lagi, Eiger Flagship Store, salah satunya yang berada di Jalan Sumatera, Bandung dirancang dengan desain green architecture. “Ini konsepnya dari saya dan Pak Ridwan Kamil. Jadi, pencahayaannya, oksigennya banyak, dan menggunakan material recycle,” pria yang hobi berkegiatan alam bebas ini membeberkan. 

 

Ronny mengaku pelaksanaan 3R merupakan inisiatif perusahaannya dan telah menjadi salah satu budaya kerja di PT Eigerindo MPI. Baginya, dengan mengelola sampah plastik dengan baik, perusahaan bisa mendapatkan nilai bisnis yang positif pula.

 

“Karena bila perusahaan aware akan kesadaran pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik atau isu pelestarian lingkungan, tentunya masyarakat juga akan memberikan respect dan mendukung segala kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga sentimen masyarakat terhadap perusahaan akan menjadi positif,” tegas Ronny. Sebagai perusahaan yang sangat peduli dengan kelestarian alam, PT Eigerindo MPI juga membudayakan gerakan menanam pohon. Sejak 2012 lalu, Eiger telah menggelar program ‘Tree Adoption’ di mana untuk setiap pembalian tas atau pun semua produk Eiger senilai Rp100 ribu, konsumen bisa membawa langsung 1 bibit pohon untuk ditanam sendiri. “Atau bibit tersebut bisa dititip di Eiger Flagship Store untuk kami bantu tanamkan di kawasan yang membutuhkan penghijauan,” tambahnya. 

 

Dengan, diselenggarakannya program ini, ia berharap kita bisa bersama-sama dapat tetap menghijaukan lingkungan. Sehingga, program ‘Go Green’ tidak hanya sekadar wacara atau lip service, tetapi juga benarbenar ada gebrakan nyatanya.

 

Tentunya, aksi nyata bentuk kepedulian kepada lingkungan juga diejawantahkan melalui dukungan kepada kegiatan komunitas atau lembaga yang datang ke Eiger. “Berbagai program yang sesuai dengan visi misi kami, yakni berkaitan dengan kelestarian alam dan lingkungan akan selalu kami support. Misalnya, gerakan penanaman hutan mangrove dan gerakan bersih gunung oleh Kopasus dan Wanadri,” tuturnya.

 

Menutup pembicaraan, pria kelahiran 15 Januari 1962 ini menguntai harapannya, yakni semoga dari perusahaan, produk, karyawan, hingga komunitas dan konsumen yang menggunakan Eiger mengarah ke sustainibility, yakni menjaga lingkungan, kelestarian alam, saling tumbuh dan berkembang. “Baik Eiger yang memproduksi barang-barang ramah lingkungan, konsumen kami juga melakukan aktivitas bertema lingkungan, sehingga kami sama-sama memiliki semangat menjaga bumi,”  pungkas Ronny.