Terima Kasih Pak Jokowi dan Pak JK!

Oleh: Syulianita (Editor) - 14 August 2019 | telah dibaca 897 kali

Naskah: Sahrudi/berbagai sumber Foto: Istimewa

 

Lima tahun sudah kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden RI H.M Jusuf Kalla (JK) berjalan dengan baik. Pembangunan di berbagai bidang terus berlangsung. Rakyat tentu merasakan hasilnya. Meski ada yang belum tuntas, wajar saja. Mengingat pembangunan negara adalah sebuah proses yang berkesinambungan. Dan, di kepemimpinan periode ke-2 inilah Jokowi yang didampingi Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin akan kembali melanjutkan cita-citanya menyejahterakan rakyat negeri ini.

 

 

Jika kita menengok ke belakang selama kepemimpinan Jokowi-JK memang telah banyak pencapaian yang diraih. Terutama di sektor infrastruktur. Wajar, karena sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Jokowi memang menggalakkan pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sosial. Keseriusan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur terlihat dari kucuran anggaran belanja infrastruktur tahun 2019 yang mencapai Rp 420 triliun. Angka ini meningkat sebesar 157% dari tahun 2014 yang hanya Rp 163 triliun. Berikut data hasil pembangunan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (14/2/2019):

 

Bendungan Sejak tahun 2015 sampai 2018, pemerintah telah membangun 55 bendungan. 14 bendungan telah selesai, sementara 41 lainnya masih dalam proses pengerjaan. Di tahun 2019 ini, pemerintah masih akan membangun 10 bendungan lagi sehingga nantinya total bendungan yang terbangun pada masa pemerintahan Presiden Jokowi mencapai 65 bendungan.

 

Irigasi Pembangunan jaringan irigasi digenjot di tahun 2015 dan hingga tahun 2018, jaringan irigasi yang telah terbangun, yakni 865.389 Hektar (Ha). Di tahun 2019 ini, pemerintah masih akan membangun jaringan irigasi seluas 139.410 Ha lagi, dengan demikian total akumulasi jaringan irigasi yang terbangun nantinya, mencapai 1.004.799 Ha.

 

Embung Pada tahun 2015 sampai 2018, pemerintah telah membangun embung sebanyak 942 buah. Di tahun 2019 ini, pemerintah akan membangun 120 embung lagi, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian nantinya, total embung yang terbangun mencapai 1.062 buah.

 

Jalan Total pembangunan jalan nasional dari tahun 2015 sampai 2018, sepanjang 3.387 Kilometer (km). Pembangunan jalan nasional pun masih berlanjut hingga tahun 2019, dengan penambahan 732 km lagi. Jadi, total jalan nasional yang telah terbangun nantinya, mencapai 4.119 km.

 

 

Jalan Tol Pentingnya jalan tol bagi pengiriman logistik, membuat pemerintah terus mempercepat pembangunannya mulai tahun 2015. Sampai tahun 2018, jalan tol yang telah terbangun sepanjang 782 km. Pembangunan terus berlanjut hingga saat ini, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol tahun 2019 sepanjang 1.070 Km. Total pembangunan jalan tol nantinya, di masa pemerintahan Presiden Jokowi mencapai 1.852 Km.

 

Jembatan Dalam kurun waktu 2015 sampai 2018, jembatan yang telah terbangun sepanjang 41.063 meter (m). Di tahun 2019 ini, pemerintah masih akan membangun jembatan sepanjang 10.029 m lagi, nantinya total panjang jembatan yang terbangun mencapai 51.092 m.

 

Jembatan Gantung Program Nawa Cita Presiden Jokowi untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, membuat pemerintah mulai tahun 2015 sampai 2018 telah membangun 164 unit jembatan gantung. Di tahun 2019, pemerintah masih akan membangun 166 unit jembatan gantung lagi. Total jembatan gantung yang terbangun nantinya, mencapai 330 unit.

 

Sistem Penyediaan Air Minum Pada tahun 2015 sampai 2018 pemerintah telah berhasil meningkatkan akses air minum layak, melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dengan kapasitas total 21.500 Liter per detik (Lt/ dtk). Untuk tahun 2019, pemerintah masih akan membangun SPAM tambahan, sebesar 3.173 Lt/dtk. Nantinya, total SPAM yang terbangun mencapai 24.673 Lt/dtk.

 

Sanitasi dan Persampahan Tahun 2015 sampai 2018 pemerintah telah merealisasikan penanganan sanitasi dan persampahan sebanyak 9,8 juta Kepala Keluarga (KK). Pada tahun 2019, pemerintah menargetkan penambahan penanganan sanitasi dan persampahan sebanyak 2,6 juta KK. Dengan demikian, total penanganan sanitasi dan persampahan mencapai 12,4 juta KK.

 

Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Sejak tahun 2015 sampai 2018, pemerintah telah berhasil menangani 23.407 Ha kawasan kumuh di perkotaan. Pemerintah masih punya PR di tahun 2019 untuk menangani 888 Ha kawasan kumuh. Jika berhasil terpenuhi, maka total penanganan kawasan kumuh nantinya mencapai 24.295 Ha.

 

Pembangunan Pos Lintas Batas Negara Pemerintah telah membangun 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yang tersebar di 7 lokasi perbatasan, di 7 kabupaten/kota, dan 3 provinsi, dalam kurun waktu 2015 sampai 2018. Tahun 2019, pembangunan PLBN masih berlanjut, dan akan ada 4 unit lagi. Seluruh PLBN yang terbangun telah dilengkapi dengan pasar dan sarana-pra sarana pemukiman dasar lainnya.

 

Perumahan Pemerintah tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur nasional, tapi juga memberikan tempat tinggal layak huni bagi masyarakat. Dalam kurun waktu
2015 sampai 2018, perumahan yang telah terbangun sebanyak 3.542.318 unit. Di tahun 2019, pemerintah akan membangun 1,25 juta unit perumahan lagi.

 

Rumah Susun Pada tahun 2015 sampai 2018, pemerintah telah membangun rumah susun sebanyak 756 tower, dengan total 43.158 unit. Di tahun 2019 ini, pemerintah masih akan membangun sebanyak 137 tower, dengan total 6.873 unit. Dengan demikian, pemerintah telah menyediakan rumah susun bagi masyarakat yang membutuhkan, sebanyak 893 tower, dengan total 50.031 unit.

 

Rumah Khusus Pemerintah selalu memperhatikan para anggota TNI-Polri, masyarakat di daerah pedalaman dan daerah tertinggal, nelayan, serta masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan. Buktinya, sejak tahun 2015 sampai 2018, pemerintah telah membangun 22.333 unit rumah khusus untuk mereka. Pembangunan akan terus berlanjut hingga tahun 2019, dengan penambahan 2.130 unit rumah khusus. Dengan demikian,
pemerintah telah menyediakan rumah khusus sebanyak 24.463 unit.

 

Rumah Swadaya Pemberian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) oleh pemerintah telah mencapai 494.169 unit pada tahun 2015 sampai 2018. Hal ini lagi-lagi menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperhatikan masyarakat miskin. Tidak berhenti sampai di situ, pembangunan BSPS masih berlanjut meski telah memasuki akhir masa jabatan Presiden Jokowi tahun ini sebanyak 206.500 unit. Dengan demikian, pemerintah telah menyediakan BSPS bagi masyarakat miskin, sebanyak 700.699 unit.

 

Tuan Rumah Asian Games Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar se-Asia. Pasalnya, pemerintah telah membangun 79 venue Asian Games. Bahkan, 33 venue di antaranya tersebar, di mana 18 venue terbangun di DKI Jakarta, 4 venue di Sumatera Selatan, dan 11 venue lainnya  di Jawa Barat.