Search:
Email:     Password:        
 





Bambang Hendroyono Sang Inspirator

By Iqbal Ramdani () - 01 February 2019 | telah dibaca 188 kali

Bambang Hendroyono Sang Inspirator

Naskah: Giattri F.P./Sahrudi Foto: Sutanto/Istimewa

“With self-discipline, almost anything is possible”, begitu Presiden Amerika Serikat periode 1858-1919, Theodore Roosevelt pernah berkata. Dan, apa yang dikatakan Roosevelt itu sepertinya sesuai dengan apa yang dilakukan Bambang Hendroyono yang saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) bahwa dengan disiplin diri, hampir semua hal bisa dilakukan. Dengan disiplin diri itulah Bambang mampu merintis karier dari bawah hingga menggapai posisi tertinggi seorang birokrat.

 

Ketika Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menunjuknya sebagai Sekretaris Jenderal melalui proses seleksi atau lelang jabatan di Kementerian LHK hanya ada satu jawaban Bambang ketika itu; siap dengan tugas lebih berat yang harus diemban. Kepada sang istri, sehari sebelum menjalankan tugas barunya itu ia berpesan bahwa ke depan ia akan pulang lebih malam dari yang biasanya pukul 19.00 WIB. Istri tercinta pun memberikan dukungan penuh. “Ya tidak apa-apa yang penting memberi tahu apabila pulang malam. Jadi, tidak khawatir,” pesan sang istri. Alhamdulillah, lanjut Bambang, setelah jadi Sekjen ia tidak pernah pulang pukul 19.00 WIB. “Ya, rata-rata pukul 21.00 sampai pukul 23.00 WIB. Maklum, ia harus menghadapi pekerjaan yang banyak, administrasinya besar, belum lagi tugas dari menteri. Setidaknya, ada 18 orang pejabat eselon I di Kementerian LHK yang membantu menteri. Posisi, Sekjen tugasnya memang diminta oleh menteri adalah menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian LHK. “Apa tugas dari menteri harus saya kerjakan dengan cepat sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Jadi, kalau menteri belum pulang, saya juga belum pulang,” ujarnya.

 

Dengan posisi sebagai Sekjen di kementerian ini maka otomatis Bambang adalah sosok sentral yang disorot keteladanannya oleh seluruh pimpinan, staf dan karyawan. “Saya harus menggemakan keteladanan, bagaimana cara meningkatkan kinerja pemerintah karenanya kita harus selalu berada di depan. Dalam bertugas saya ingin menjalankan amanat melayani sepenuh hati. Jadi, konsepnya kita sosialisasikan melayani sepenuh hati ke seluruh jajaran Kementerian LHK,” tandasnya. Ia tegas menjalankan konsep pelayanan yang sudah ditetapkan di Kementerian LHK dengan berlandaskan pada nilai integritas moral, etos kerja, dan gotong royong. “Integritas moral adalah modal bagi aparatur sipil negara untuk bekerja dengan ikhlas, jujur dalam segala hal, dan tanggung jawab,” tandas Bambang. 

 

Di Kementerian LHK, Bambang sudah melayani tujuh orang menteri hingga sekarang. Baginya, dengan bekal integritas, kedisiplinan, serta profesionalisme maka siapapun menterinya ia sebagai birokrat tidak masalah. Dan, ia siap menjalankan tugas apapun yang dibebankan kepadanya. Seperti misalnya di bulan Oktober tahun 2017, ia diminta menghadapi peradilan tata usaha negara, di mana Kementerian LHK mendapat tekanan dari perusahaanperusahaan yang diduga terlibat kebakaran hutan. “Ibu menteri menugaskan saya menjadi legal, padahal saya bukan kuasa hukum, tetapi saya datang ke sidang sebagai kuasa hukum menteri,” ceritanya. Bambang berani melaksanakan tugas itu karena dorongan yang kuat dari menterinya. “Bu menteri bilang Pak Sekjen ke soal teknis tahu, soal hukum tahu, regulasi tahu, sejarah tahu.

 

Lalu saya berkata, tetapi, saya tidak pernah ibu jadi kuasa hukum, walaupun unit organisasi biro hukum di bawah Sekjen. Bu menteri menjawab, tidak apa-apa, feeling saya, Pak Sekjen bisa belajar atas nama pemerintah.” Akhirnya, ia pun patuh melaksanakan tugas tersebut dan Kementerian LHK dinyatakan menang oleh majelis hukum PTUN. “Menjadi birokrat itu bagi saya seperti diuji integritasnya terutama tentang keikhlasan, kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin. Empat hal itu tidak boleh dilepaskan dalam menjaga serta melayani pimpinan,” tegas mantan ajudan Menteri Kehutanan di tahun 2001 ini.

Pengabdian dan Pencapaian

Lebih dari tiga dasawarsa Bambang mengabdikan diri kepada Negara. Hal ini tentu bukanlah waktu yang sebentar bagi seorang birokrat. Ia pun tak ingin menyianyiakan amanah yang diberikan kepadanya, dengan berpegang pada prinsip Melayani Sepenuh Hati, ia banyak melakukan inovasi. Tak ayal, beragam penghargaan pun disematkan kepada pria yang mengawali karier birokratnya sebagai Tenaga Honorer/ Staf Seksi Sertifikasi Balai Informasi dan Sertifikasi Hasil Hutan (BISHH) Wil. VI Pontianak Departemen Kehutanan Ditjen PH (sekarang Kementerian LHK) ini. Di kalangan pejabat dan staf Kementerian LHK, Bambang dikenal sebagai sosok yang disiplin dalam bertugas. Kedisiplinan sudah ia tunjukkan dari awal masuk kerja di pukul 6 pagi hingga tuntas tugas yang dibebankan pada hari itu juga. Ia juga terus meningkatkan kapasitas diri dan kemampuan dengan berbagai peningkatan ilmu dan wawasan. Namun baginya, menerapkan kedisiplinan tetap menjadi keteladanan yang tepat.

 

Sikap disiplin Bambang sejatinya adalah karakter yang melekat dalam dirinya sejak remaja. Ketika mahasiswa misalnya, ia termasuk mahasiswa yang tidak pernah telat masuk kuliah, bahkan ia berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu 4 tahun di Fakultas Kehutanan IPB dan beberapa waktu kemudian diterima kerja di Departemen Kehutanan di Pontianak. Begitu pun saat pindah ke Jakarta, ketika menjadi staf tetap menerapkan kedisiplinan dalam bekerja. Karena kedisiplinannya itulah di tahun 2002 Bambang mendapat penghargaan Atas Prestasi Kerja Luar Biasa Baiknya dari Menteri Kehutanan. Di tahun yang sama, ia juga mendapat penghargaan sebagai Pegawai Negeri Sipil Teladan Atas Prestasi Kerja Luar Biasa Baiknya dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan mendapat kenaikan pangkat istimewa 2 tahun lebih cepat dari Gol. IV a ke Gol. IV b. Tak hanya itu, pada 2009, ayah satu putri ini juga meraih penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun.

 

Pada 2015 ia diganjar penghargaan Peserta Terbaik I Diklat Pimpinan Tingkat I LAN-RI. “Saat ujian doktor administrasi publik tahun 2016, saya mendapat penghargaan lulus dengan pujian (cumlaude). Pada tahun 2017 selaku ketua Pinsaka Wanabakti Tingkat Nasional, saya mendapat piagam tanda penghargaan Lencana Darma Bakti dari Ketua Kwartir Nasional gerakan Pramuka. Jadi, tiap tahun Alhamdulilah ada penghargaan,” bebernya penuh rasa syukur. Pria kelahiran Tanjung Pinang, 30 september 1964 ini juga banyak berjasa dalam upaya mendukung reformasi birokrasi di Kementerian LHK untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang terbaik yang bersifat akuntabilitas dan transparansi, efisiensi, serta efektif, melalui kegiatan dan inovasi. Karena itu, ia pun meraih Penghargaan Kehormatan/Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI pada tahun 2017. Keteladanan yang terus ia jaga juga kembali berbuah manis dengan didaulatnya Bambang sebagai Top 9 Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Madya (Pejabat Eselon I ) Teladan Kementerian/Lembaga Tingkat Nasional (JPT Award 2017) dari Menteri PAN-RB.

 

Kemampuannya menjalankan tugas tersebut tentu menjadi sebagian dari kepuasan dirinya sebagai seorang birokrat, termasuk kemampuannya menata birokrasi di lingkungan kerjanya menjadi semakin baik sehingga pada tahun 2017 dan 2018 lalu Kementerian LHK kembali meraih penghargaan BKN Award, sebagai Pengelola Kepegawaian Terbaik Peringkat Pertama Kategori Kementerian Kecil. Tak sampai di situ, Kementerian LHK juga dinobatkan sebagai Kementerian/Lembaga Negara peraih peringkat ke-2 terbaik dalam Pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) di 2018. Penghargaan diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Penghargaan ini melengkapi capaian Kementerian LHK pada tahun 2017 yang lalu di mana Kementerian LHK menerima penghargaan sebagai kementerian yang memberikan kontribusi PNBP terbesar.

 

Kriteria yang dinilai dalam penghargaan ini adalah Realisasi PNBP tahun 2017 melebihi target, laporan keuangan Kementerian LHK tahun anggaran 2017 memperoleh opini WTP, ketepatan waktu penyampaian laporan PNBP untuk dasar perhitungan penetapan pagu anggaran sumber dana PNBP tahun 2018, dan penyampaian laporan bulanan triwulanan PNBP kepada Kemenkeu sesuai ketentuan. Selain itu, Sistem Informasi PNBP Online (SIMPONI) yang dirancang oleh Kemenkeu yang sudah diterapkan secara penuh dan telah terintegrasi dengan sistem yang dibangun oleh Kementerian LHK juga menjadi salah satu kriteria yang dinilai.  Bambang juga banyak menyumbangkan ide-ide cerdasnya dalam bentuk inovasi, seperti penerapan kebijakan self assessment berbasis teknologi informasi serta post audit dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektifitas pengelolaan hutan produksi melalui Sistem Informasi Penatausahaan hasil Hutan (SIPUHH Online). Ini merupakan hasil inovasi proyek perubahan untuk memenuhi tugas Diklatpim Tingkat I (LAN – RI) tahun 2015, dan memperoleh penghargaan sebagai peserta terbaik I. SIPUHH Online ini diikutsertakan dalam lomba inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan Kemenpan RB melalui seleksi. 

 

"Alhamdulillah, kami meraih penghargaan Top 40 dan Top 99,” ungkapnya. Kementerian LHK juga meraih penghargaan Top 40 dan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018, di mana Bambang menjadi salah satu inovatornya pada saat ia menjabat Dirjen melalui proses seleksi oleh panitia seleksi Kementerian PAN-RB, yakni penerapan Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK). SILK merupakan platform online pertama yang setara dengan lisensi internasional untuk penerbitan jaminan legalitas kayu atau Dokumen V-Legal. Inovasi SILK adalah kelanjutan dari inovasi peredaran kayu bulat ke industri dengan sistem legalitas kayu, SIPUHH online. Diimplementasikan sejak 2013, selain untuk penerbitan Dokumen V-Legal, juga untuk media informasi ekspor produk secara real time. SILK menggantikan penerbitan dokumen penjaminan legalitas kayu oleh Badan Revitalisasi Industri Kehutanan (BRIK) melalui mekanisme endorsement yang mempunyai beberapa keterbatasan, terkait cakupan konektivitas, cakupan produk, kredibilitas, dan sebagainya.

 

Bambang mengatakan, dokumen V-Legal diakui dan disetarakan dengan Lisensi FLEGT pada 15 November 2016, dalam perjanjian Forest Law Enforcement, Governance and Trade – Voluntary partnership Agreement (FLEGT VPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Penyetaraan itu untuk pemenuhan persyaratan ekspor produk perkayuan ke seluruh wilayah Uni Eropa. “Capaian ini membawa Indonesia menjadi negara pertama dan satu-satunya di dunia yang telah menerbitkan Lisensi FLEGT,” ujarnya. Setelah adanya inovasi ini, lebih dari 851 ribu dokumen V-Legal dan Lisensi FLEGT diterbitkan yang disertai ekspor senilai sebesar lebih dari USD49 miliar. Pada 2013, ekspor produk kayu legal Indonesia sebesar USD6,1 miliar, meningkat menjadi USD10,9 miliar pada 2017. Dan pada tahun 2018 menyentuh angka USD 12,8 miliar “Dalam kurun waktu lima tahun, telah mencapai 100 persen lebih. Berarti kepercayaan internasional tujuan kita semakin tinggi,” imbuhnya.

Saya Ingin Melayani dengan Sepenuh Hati

Saat disambangi Men’s Obsession di ruang kerjanya pukul 11.00 WIB, Minggu (20/1/19), penerima anugerah “Top 9 Penghargaan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Tingkat Nasional Tahun 2017” dari Kementerian PAN-RB ini mau berbagi cerita secara panjang lebar mengenai karir dan keinginannya untuk berbagi inspirasi demi kebaikan kepada semua orang. Selamat membaca.

 

Bukan rahasia lagi jika sosok Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Bambang Hendroyono dikenal ramah. Di temui di ruang kerjanya, pria murah senyum itu menyambut Men’s Obsession dengan hangat. Sebelum memulai wawancara, ia berkata, “Saya berbagi cerita, niatnya bukan untuk apa-apa, saya tidak ingin diwawancara untuk, maaf ya ‘mempopulerkan’ saya. Namun, kalau memang saya dipilih untuk menjadi contoh birokrat dan saya bisa berbicara secara jujur demi perbaikan birokrat kedepan, saya akan dengan senang hati berbagi,” tuturnya serius dan kami mengamini. Berikut petikan wawancaranya:

 

Ketika Bapak meraih “Top 9 Penghargaan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Tingkat Nasional Tahun 2017” dari Menteri PAN-RB, Bapak pernah mengatakan akan mensosialisasikan semangat ‘Melayani Sepenuh Hati’ kepada para aparatur negara. Lalu langkah apa saja yang dilakukan dalam mensosialisasikannya?

Ya, saya tentu terus menggemakan keteladanan, bagaimana cara meningkatkan kinerja pemerintah, kita harus berada di depan dalam menjalankan perubahan yang lebih baik. Kalau saya ditanya, ingin apa Pak Sekjen? Saya akan menjawab, menjalankan amanat melayani sepenuh hati. Jadi, konsepnya kita sosialisasikan melayani sepenuh hati seperti apa. Zaman milenial itu serba cepat dan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) berkembang pesat, tetapi tidak boleh lepas dari etika aparatur sipil negara yang berbudaya dan bernilai. Harus!


Maksudnya, Pak ?

Ya, jangan sampai teknologi atau Iptek itu mengubah norma dan nilai. Kata norma dan nilai tidak boleh dilepaskan, tapi percepatannya harus diikuti/dilakukan.


Lalu upaya apa saja yang Bapak lakukan untuk menyukseskan program ‘Reformasi Birokrasi’?

Ternyata revolusi mental yang digerakan oleh pemerintah itu merupakan awal dari reformasi birokrasi, kan kita melakukan suatu perubahan, meninggalkan yang kurang baik, serta menciptakan melalui yang baik-baik, melalui apa? di Kementerian LHK ada 3 besar revolusi mental, yaitu integritas moral, etos kerja, dan gotong royong. Integritas moral adalah modal bagi aparatur sipil negara untuk bekerja dengan ikhlas, jujur dalam segala hal, dan tanggung jawab atas pelaksanan tugas. Integritas adalah komitmen satu kata, satu perbuatan. Satu kata itu akan keluar jika memang diawali sebuah integrasi keikhlasan dan tidak ada pamrih apapun dalam bekerja, kemudian berpikiran positif, seimbang antara otak kiri-kanan sehingga akan keluar tutur kata yang memiliki nilai. Ketika marah, jangan keluarkan kata-kata kasar, statement yang menjatuhkan, mengadu domba. Namun, kalau kita dihadapkan dengan permasalahan itu, jangan takut menghadapinya. Selama kita melaksanakan prinsip integritas tadi, kita akan kokoh walaupun dihadang oleh badai (tantangan).

 

Kalau batasan etos kerja di Kementerian LHK sendiri bagaimana?

Etos kerja itu dua nilai yang kami kemas di Kementerian LHK, yang pertama disiplin. Pelayan publik harus disiplin waktu. Kata kunci ke-2 adalah profesional. Itu menguasai bidang, substansi, dan regulasi, serta melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien dengan menggunakan kecerdasan spiritual dan emosional. Harus mendorong diri kita untuk belajar, membaca, memiliki pengalaman, cepat menguasai, hingga diskusi dengan staf secara profesional. Point terakhir gotong royong, ini yang sekarang mau didorong ke depan, bagaimana presiden kita mengarahkan untuk kerja bersama, artinya kerja terintegrasi antar instansi. Pembangunan nasional harus dilakukan secara terpadu. Antar kementerian/lembaga saling bersinergi dan berkesinambungan. Kalau sudah saling bekerja sama, penanganan masalah lebih cepat. Itu yang penting.

 

Menurut Bapak masih adakah PR pemerintah yang harus dituntaskan?

PR besar pemerintahan kita dengan kementrian dan lembaga, yakni program prioritas nasional. Di tahun 2019, Pemerintah memasang 5 prioritas nasional dan 24 program pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019. 5 prioritas nasional tersebut, meliputi 1) Pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, 2) Pengurangan kesenjangan antarwilayah melalui penguatan konektivitas dan kemaritiman, 3) Peningkatan nilai tambah ekonomi dan penciptaan lapangan kerja melalui pertanian, industri, pariwisata, dan jasa produktif lainnya, 4) Pemantapan ketahanan energi, pangan, dan sumber daya air, serta 5) Stabilitas keamanan nasional dan kesuksesan pemilu. Presiden RI Joko Widodo menyampaikan arahan kepada jajarannya untuk pandai menentukan fokus dalam bekerja. Kebiasaan dan rutinitas yang selama ini dilakukan hendaknya untuk diubah dan menentukan prioritas yang jelas. Selain itu, juga memperkuat koordinasi antar pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten kota. Sinergi ini harus terus terbangun kuat dan saling berintegrasi. “Berilah prioritas apa yang ingin dikerjakan dan jangan banyakbanyak.

 

Jangan semuanya menjadi prioritas,” ujar Presiden RI Joko Widodo. Sehingga, seperti yang sudah saya katakan, kita harus tentukan bagaimana tematik dan holistiknya agar kita bekerja terintegrasi dengan spasial yang jelas sesuai dengan arahan presiden. Misalnya, kawasan konservasi taman nasional yang sekarang menjadi issue ketika sektor pariwisata menjadi prioritas nasional. Kementerian Pariwisata akan turut bekerja. Lalu Kementerian PUPR juga akan turut bekerja untuk fasilitasi jalan. Kementerian LHK, otomatis sebagai penanggung jawab program konservasi. Begitu pun dengan pemerintah kabupaten, kota, provinsi, Kementrian Desa dan PDTT, Kementerian UMKM, hingga masyarakat. Jadi, agar sumber daya alam hutan konservasi itu kami kelola dengan baik, dan tidak mengganggu kelestarian tumbuhan dan satwa yang ada. Kami harus punya integritas, kalau tidak kekayaan alam kita akan habis!

 

Bagaimana Bapak membangun sistem birokrasi yang baik?

Pertama, fungsi birokrasi itu menguasai administrasi. Ketika memimpin sebuah unit kerja, harus membangun komunikasi yang bagus, baik dengan pimpinan tingkat yang paling bawah, lalu ke menteri. Kedua birokrasi itu harus bisa memberikan masukan kepada pimpinan dari fungsi administrasi tadi. Jadi advice to minister. Namun, ketika kita memberikan saran kebijakan, jangan asal-asalan, melainkan sudah ada kerangka konseptual dengan tahapan administrasi. Lalu, bagaimana membuat sebuah peraturan perundangan-undangan melalui konsultasi publik dan menyampaikan sebuah draft kebijakan untuk menjadi Undang - Undang, Peraturan Pemerintah, itu artinya kita telah memberikan advice to minister. Setelah memberikan advice to minister, yang ketiga adalah melakukan artikulasi kebijakan, yaitu bagaimana ketika bicara di Komisi DPR, di lingkungan pemerintahan, dengan LSM, swasta, kita jadi simpul negosiasi. Kita berada di sisi pemerintah karena kita adalah pembantu presiden. Good governance, kita yang mengatur, mengendalikan, merancang, melakukan kebijakan dengan mempertimbangkan masukan stakeholder. 

 

Artikulasi, kepentingan, kita sebagai eksekutif sudah jelas perannya demikian juga dengan legislatif dan yudikatif. Sebagai pengambil kebijakan, kita tidak akan meninggalkan akademisi/para pakar, inilah stakeholder best. Mereka yang akan berpikir untuk melakukan penelitian tentang kebijakan yang akan kita buat. Stakeholder yang lain adalah civil society, yakni masyarakat yang diwakili oleh LSM. Juga TNI dan POLRI, mereka juga punya peranan dalam prespektif keamananya. Mereka yang akan memfasilitasi kami kalau berhadapan dengan masyarakat/swasta agar tidak terjadi kekerasan. Supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ASN harus menguasai artikulasinya dalam menyelesaikan permasalahan. Harus bisa menjadi jembatan emas untuk mereka ketika berkomunikasi, keputusan terbaiknya seperti apa, harus win win solution, itu yang harus dipegang.

 

Obsesi Bapak ke depan?

Sebagai seorang ASN yang sudah meniatkan diri untuk mengabdi pada Negara dari tahun 1987 hingga sekarang sudah masuk 32 tahun, tentunya jelas, obsesi saya harus lebih baik dari yang sebelumnya. Saya juga berharap yang meneruskan kami bisa menjadi ASN berkelas dunia. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 itu kan jelas menegaskan untuk menjamin kualitas PNS, pengadaan PNS dilakukan secara nasional dengan prinsip akuntabilitas dan transparan melalui sistem online. Semoga yang melanjutkan tongkat estafet kami-kami ini siap membaktikan jiwa dan raganya kepada pemerintah. Membangun nilai-nilai Pancasila dan harus melaksanakan tujuan pembangunan nasional sebagaimana alinea ke-4 pembukaan UUD 1945. ASN ini memiliki tiga fungsi, yaitu melaksanakan kebijakan publik yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai peraturan perundangan, melaksanakan pelayanan publik kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab, serta menjadi perekat dan pemersatu bangsa. Itu bekal bagi ASN untuk menuju kelas dunia. ASN juga tidak boleh melupakan nilai dasar, kode etik, dan kode perilaku. Kalau nilai dasar itu kaitannya dengan revolusi mental, yakni integritas moral, etos kerja, dan gotong royong.

 

Adakah Hobi yang Bapak lakukan untuk melepas penat?

Hobi saya yang pertama adalah silaturahmi. Dengan silaturahmi kita bisa saling mengoreksi, menasehati, dan menjaga hubungan tetap baik. Karena hobi saya ini, sejak staff saya aktif mengikuti organisasi. Saat ini, saya menjadi Ketua Bidang Kehutanan Persatuan Insinyur Indonesia, Ketua Umum KORPRI Kementerian LHK, Ketua Umum Ikatan Alumni Diklatpim Tingkat Nasional Administrasi Negara, dan Ketua Umum DKM Pengurus Masjid Nurul A’Jam Kementerian LHK, serta Ketua Umum Pramuka Satuan Karya Wanabakti dan Saka Kalpataru Tingkat Nasional. Saya juga pernah menjadi Ketua Umum Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA-IPB) 2013 -2017, dan lainnya. Kedua, saya gemar olahraga tenis meja karena saya suka adanya tantangan bola kecil yang cepat datang lalu bagaimana kita harus sigap membalikan bola. Jadi, strategi kita harus lebih cepat lagi. Tenis meja itu serangannya sangat kencang dan langsung berhadapan dengan lawan. Saat kita marah, lawan bisa lihat kita. Ini adalah permainan melatih emosi, ketelitian, ketekunan, dan penuh daya juang.

 

3 kalimat yang menggambarkan Bapak?

Pertama, kalau kata teman-teman saya selalu senyum. Jadi, enggak ketahuan sedang marah atau enggak. Kedua, saya selalu berjuang untuk beramal shaleh karena amal shaleh yang akan kita bawa saat kembali kepangkuan-Nya. Ketiga, hidup ini sebagai jembatan menuju hidup yang akhir. Ada kehidupan lagi di akhirat nanti maka kita harus mempersiapkan bekal untuk mempertangungjawabkannya di hadapan Allah SWT.

 

Tips sukses Bapak dalam berkarier?

Dalam bekerja, kita harus mengetahui banyak hal dengan cara banyak belajar. Kemudian, harus dapat merasakan dan menganalisis permasalahan dan mencari solusinya. Terakhir adalah mulai bergerak untuk bekerja melakukan perubahan yang lebih baik.

 

 

Darah Pejuang Mengalir dalam Diri

Integritas yang bersemayam dalam diri Bambang ternyata tidak datang begitu saja. Ada darah pejuang yang dialiri ayahnya kepada Bambang. Sang ayah, Soemitro Wiradirdjo adalah salah satu pemuda yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan RI dengan mengusir Belanda dari Surabaya. “Waktu itu ayah saya sebagai pegawai negeri juga. Ayah saya selalu berpesan, integritas adalah harga mati, kamu jangan meminta, harus tangan di atas, yaitu memberi. Ayah saya juga berpesan, kamu jangan takut dibilang kere. Kere enggak apaapa, tapi kamu punya ilmu. Bapakmu ini bercita-cita, kamu sekolah tinggi. Itu saya dapatkan amanat sewaktu sekolah kelas 2 SMA di Jakarta,” kenangnya sebelum ayah tercinta wafat di tahun yang sama . Karena itu juga ia terharu ketika dipromosikan Kementerian Kehutanan menjadi Dirjen. “Saya teringat pesan ayah kerena itu ketika dipromosikan menjadi Dirjen dalam usia saya yang ke-48 tahun,” tambahnya. Padahal, lanjutnya, sang ayah ingin ia menjadi dokter seperti kakak - kakaknya dengan alasan kalau menjadi dokter bisa beramal shaleh karena menolong orang sehingga bisa masuk surga. “Namun, saya bilang ke ayah, saya tidak mau menjadi dokter, saya mau jadi insinyur, mohon doa restu. Ayah lalu bilang, ya sudah, yang penting kamu selalu beramal shaleh kepada semua orang. Itu pesan moral dari ayah yang selalu saya ingat sampai sekarang,” kenangnya lagi. Selain integritas dan kegigihan, ‘warisan’ lain yang diberikan ayahnya kepada Bambang adalah kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

               

Popular

 

Photo Gallery

   

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250