Search:
Email:     Password:        
 





12 Hal Unik dan Memalukan Seputar Kepala Daerah di Indonesia

By Andi Nursaiful (Administrator) - 13 November 2014 | telah dibaca 13308 kali

Serah Terima Jabatan dari Suami ke Istri

12 Hal Unik dan Memalukan Seputar Kepala Daerah di Indonesia

Naskah: Andi Nursaiful

Indonesia memiliki keunikan pada pemimpin-pemimpin di daerah. Ada prosesi serah terima jabatan bupati dari suami ke istri sendiri, ada kakak beradik yang menjadi walikota dan wakilnya, bahkan ada rebutan kursi bupati antara dua istri mantan bupati. Penelusuran Men’s Obsession menemukan setidaknya ada 12 kelompok kepala daerah yang tergolong unik di Tanah Air.


1.    Serah Terima Jabatan dari Suami ke Istri
Acara serah terima jabatan kepala daerah dari suami ke istri, mungkin hanya terjadi di Indonesia. Penelusuran Men’s Obsession menemukan beberapa seremoni serah terima jabatan dari Bupati lama ke bupati baru, yaitu dari suami ke istri.

•    Pada 2010, Bupati Bantul dua periode Idham Samawi melakukan serah terima jabatan (sertijab) kepada Bupati terpilih Sri Suryawidati yang notabene istrinya sendiri.

•    Februari 2013, Bupati Probolinggo dua periode Hasan Aminuddin melakukan sertijab kepada bupati terpilih Puput Tantriana Sari, istrinya sendiri.

•    Desember 2010, Bupati Indramayu dua periode Irianto MS Syafiuddin (Yance) sertijab kepada bupati baru yang tak lain istrinya sendiri, Anna Sophanah.  Suasana haru pecah saat Anna mencium tangan suaminya itu.

•    Mei 2010, Bupati Kediri Sutrisno menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan daerah kepada isterinya Haryanti Sutrisno, Bupati terpilih periode 2010-2015.

•    Pada 2012, Walikota Cimahi 2012-2017 Atty Suharti Tochija, menerima sertijab dari suaminya, H.M. Itoc Tochija, yang sudah selesai menjabat walikota.

Istri Bupati jadi Bupati

Sejumlah kepala daerah di Indonesia pernah merasakan jadi “ibu bupati” sebelum akhirnya terpilih menjadi Ibu Bupati.

•    Antara 2000-2005 Widya Kandi Susanti merasakan menjadi istri Bupati Kendal
Hendy Boedoro. Lima tahun berselang, Widya terpilih sebagai Bupati Kendal periode 2010-2015. Keduanya sudah bercerai, dan Hendy kini memiliki istri muda.

•    Adelheid Sosang adalah Wakil Bupati Tana Toraja periode 2010-2015. Sebelumnya, ia adalah “Ibu Bupati” karena suaminya, J. Amping Situru, adalah bupati dua periode.

•    Wakil Bupati Klaten Sri Hartini sekarng adalah istri mantan Bupati Klaten (alm) Haryanto.

Dua Bersaudara Berpasangan Pimpin Daerah

Ini juga mungkin hanya terjadi di Tanah Air tercinta ini. Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) dipimpin oleh sepasang kakak-adik, yaitu Qurais H. Abidin (Walikota) dan A. Rahman H. Abdin (Wakil Walikota).

Sebelumnya, Quraish menjabat Wakil Walikota sejak 28 April 2010, menggantikan HM Nur Latief yang meninggal dunia pada 6 Maret 2010.

Kursi wakil walikota yang ditinggalkannya kemudian diisi oleh Arahman Abidin, adik kandungnya sendiri. Jadilah keduanya memimpin Bima sejak 2010-2013. Pada pilkada 13 Mei 2013 lalu, kakak beradik ini kembali tampil sebagai pasangan incumbent dan kembali terpilih untuk periode 2013-2018.

Masih di NTB, dua kakak beradik Ferry Zulkarnain dan Syafrudin M Nur juga sempat memimpin bersama, yaitu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima periode 2010-2015. Pada 2013 lalu, Ferry Zulkarnain yang juga Sultan Bima meninggal dunia akibat serangan jantung.

Selain memimpin berpasangan, ada juga sejumlah kakak-adik yang secara bersamaan memimpin namun di daerah yang berbeda, atau pernah sama-sama memimpin sebuah daerah di waktu berbeda.

Di Nusa Tenggara Barat, Gubernur Zainul Majdi memiliki kakak yang menjabat Wakil Bupati Lombok Timur, Syamsul Lutfi. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, adalah kakak kandung Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo. Sementara Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua adalah kakak dari mantan Bupati Maluku Tengah.

Keluarga Besar Jadi Kepala Daerah

Keluarga mantan Gubernur Ratu Atut Chosiyah akan sulit ditandingi oleh keluarga lain di mana pun di muka Bumi. Di saat bersamaan, keluarga besarnya memimpin Provinsi Banten.

Saat Atut menjabat gubernur, adik kandungnya, Ratu Tatu Chasanah, menjabat Wakil Bupati Serang. Kemudian ibu tirinya, Heryani, menjabat Wakil Bupati Pandeglang Heryani.

Lantas , adik iparnya, Airin Rachmi Diany, menjabat Walikota Tangerang Selatan. Sementara adik tirinya, Tubagus Haerul Jaman, menjabat Walikota Serang.

Anak Kepala Daerah Jadi Kepala Daerah

Hasil penulusuran menemukan banyak sekali anak-anak kepala daerah yang belakangan jadi kepala daerah juga, baik itu walikota maupun bupati.

•    Di Lebak pada 2013, Bupati terpilih Iti Jayabaya menerima tongkat estafet kepemimpinan dari ayahnya sendiri, Mulyadi Jayabaya, Bupati Lebak dua Periode (2003-2013).

•    Di Sulawesi Selatan, Bupati Barru 2010-2015 Andi Idris Syukur adalah anak mantan Bupati Barru, Wakil Bupati Takalar saat ini, Natsir Ibrahim, adalah anak bupati Takalar Ibrahim Rewa,

•    Di Sulawesi Utara, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang adalah putra Gubernur Sinyo Harry Sarundajang, Wakil Wali Kota Manado Harley Alfredo Benfica adalah putra mantan Gubernur Sulut EE Mangindaan.

•    Di Sumatera Barat, Walikota Padang Sidempuan Andar Amin Harahap adalah putra Bupati Padang Lawas Utara Bachrum Harahap,

•    Di Jambi, Bupati Tanjung Jabung Timur, Zumi Zola Zulkifli, adalah anak mantan Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin.

•    Di Sumatera Selatan, Wakil Walikota Pagar Alam, Novirzah Djazuli, adalah  putra mantan Walikota Pagar Alam Djazuli Kuris.

•    Walikota Cimahi, Ati Suharti merupakan istri mantan wali kota Cimahi. Sementara Bupati Lebak Iti Oktaviani Jayabaya adalah anak mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya.

•    Di Lampung, Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza adalah putra Gubernur Sjachroedin ZP, sementara Wakil Bupati Pringsewu Handitya Narapati adalah putra mantan bupati daerah itu. Bupati Pesawaran Aries Sandi Dharma Putra adalah anak mantan Bupati Tulang Bawang Abdurrahman Sarbini.

•    Di Bangkalan, Bupati Mohammad Makmun Ibnu Fuad adalah anak mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin.

•    Di Kalimantan Timur, Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari adalah putri mantan bupati di daerah tersebut, Syaukani Hasan Rais.

•    Di Kabupaten Tangerang, Bupati Ahmed Zaki Iskandar adalah putra mantan Bupati Tangerang Ismet Iskandar.

•    Di Bali, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti adalah putri bupati sebelumnya, Nyoman Adi Wiryatama.

Menantu dan Mertua Kepala Daerah Jadi Kepala Daerah

Tak sedikit menantu dan mertua yang juga menikmati kursi kekuasaan sebagai kepala daerah di Indonesia.

•    Di Jawa Barat, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin adalah menantu mantan Bupati Bekasi Saleh Manaf. Sementara Bupati Bandung Dadang Naser adalah menantu Bupati sebelumnya, Obar Sobarna.

•    Di Kalimantan Tengah, Bupati Kota Waringin Timur Supian Hadi adalah menantu Bupati Seruyan Darwan Ali.

•    Di Jambi, mertua Gubernur Zulkifli Nurdin, menjabat Wakil Bupati Muaro Jambi, yaitu Kemas Muhammad.

Rebutan Kursi Bupati antara Dua Istri Mantan Bupati

Ini tak kalah unik. Dua orang wanita yang bersuamikan laki-laki yang sama berebut kursi bupati dalam sebuah pilkada. Hasilnya, istri tua sukses mengalahkan istri muda. Yang tak kalah menarik, laki-laki itu adalah mantan bupati di daerah tersebut.

Nurlaila dan Haryanti, istri muda dan istri tua Bupati Sutrisno yang menjabat kala itu, sama-sama maju pada Pilkada Kabupaten Kediri pada Mei 2010. Hasilnya, Haryanti yang berpasangan dengan Masykuri berhasil menang mutlak. Haryanti pun melakukan sertijab dengan sang suami yang telah memadunya.

Meski kalah telak dari Haryanti, Nurlaila mengaku legaowo menerima kenyataan. Terlebih setelah Sutrisno menghiburnya dengan beberapa kali mengirim SMS pasca penetapan. Jadi, sebuah happy ending, terutama buat Sutrisno.

Mantan Aktor/artis dan Putri Kontes Jadi Kepala Daerah

Sejumlah pekerja seni ternyata tak sedikit yang berhasil jadi pemimpin di daerah. Dalam catatan, ada bintang film Zumi Zola Zulkifli yang menjabat Bupati Tanjung Jabung Timur, lalu aktor legendaris Rano Karno yang kini menjadi Plt Gubernur Banten.

Ada juga sutradara dan aktor kawakan Deddy Mizwar yang menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, serta Wakil Bupati Pekalongan Fadia A. Rafiq yang sebelumnya berprofesi sebagai penyanyi dangdut, dan dikenals ebagai putri penyanyi kondang A.Rafiq.

Dari dunia modelling dan kontes pemilihan putri, tercatat ada nama Airin Rachmi Diany dan Siti Masitha Soeparno, yang berhasil menjabat sebagai pimpinan di sebuah daerah. Airin adalah Walikota Tangerang, sementara Siti adalah Bupati Tegal.

Sebelum terjun ke dunia politik, Airin tercatat sebagai Puteri Pariwisata & Putri Favorit pada pemilihan Puteri Indonesia tahun 1996. Sementara itu, Siti adalah mantan Juara Kepribadian “Wajah Femina" dan runner up "Puteri Ayu” Martha Tilaar.

Duduk di Kursi Nomor Satu karena Pasangannya Meninggal Dunia atau Naik Pangkat

Sejumlah kepala daerah berhasil duduk di kursi nomor satu dari posisi wakil setelah kursi tersebut lowong ditinggal pemiliknya, baik karena meninggal dunia atau “naik pangkat” ke kursi lebih tinggi.

Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, misalnya, menggantikan Mawardi Nurdin (alm) yang meninggal dunia pada Januari 2014. Lalu ada Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, yang naik menjabat bupati sepeninggal Abdul Haris Nadjamudin (alm) pada 2012. Kemudian Bupati Demak Moh. Dachirin Said dilantik pada Oktober 2012 menggantikan bupati sebelumnya Tafta Zaini (alm).

Sementara itu, Syafrudin M Nur, naik pangkat menjadi Bupati Kabupaten Bima menggantikan kakaknya sendiri, Ferry Zulkarnain (alm), meninggal dunia akibat serangan jantung pada 2013 lalu.

Orang nomor satu di daerah yang mengisi kursi lowong nomor satu lantaran pemiliknya “naik pangkat”, antara lain, Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo yang dilantik sebagai walikota setelah Joko Widodo (Walikota sebelumnya) berhasil menjadi Gubernur DKI. Ada pula Basuki Tjaha Purnama (Ahok) yang mendapatkan kursi Gubernur DKI Jakarta setelah (lagi-lagi), Joko Widodo sukses menjadi Presiden RI.

Sementara Wakil Bupati Purbalingga Sukento Ridho Marhaendrianto duduk di kursi nomor satu daerahnya setelah Heru Sudjatmoko (Bupati) berhasil menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Sekretaris Daerah Gratis Dapat Kursi Kepala Daerah

Berdasarkan penelusuran, ada sejumlah Sekretaris Daerah (Sekda) yang “sukses” jadi orang nomor satu by accident. Sekda Sumedang Zaenal Alimin, misalnya, diangkat sebagai bupati Sumedang setelah Bupati Ade Irawan diberhentikan kartena tersangkut kasus korupsi.

Kenapa bukan wakil bupati yang naik? Kursi wakil bupati kebetulan kosong karena ditinggal oleh Ade Irawan, yang naik menjadi bupati karena pasangannya (bupati Endang Sukandar) meninggal dunia pada November 2013.

Kekosongan kursi gubernur, walikota, atau Bupati, bisa diisi langsung oleh para wakilnya. Tapi jika para wakil itu pun tidak ada, maka aturan menyebutkan yang berhak memperoleh kursi cuma-cuma itu adalah Sekretaris Daerah (Sekda) meskipun bersifat sementara.

Sekda Kepulauan Aru Gotlief Gainau juga beruntung duduk di kursi nomor satu sejak Juni 2013 (bahkan diperpanjang lagi pada Oktober 2014) lantaran bupati dan wakilnya, Teddy Tengko dan Umar Djabumona, keduanya tersangkut kasus korupsi.

Menjabat Berkat Pemekaran Daerah

Ada pula sejumlah kepala daerah yang berhasil menjabat karena pemekaran sebuah daerah menjadi wilayah otonom. Mereka disebut Penjabat (Pj), diangkat oleh Menteri Dalam Negeri untuk memimpin sementara daerah baru itu hingga pemilihan kepala daerah.

Mereka adalah Pj Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie, Pj Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah, Pj Bupati Penukal Abab Lematang Ilir Herry Amalindo, Pj Bupati Pangandaran Endjang Naffandi, Pj Bupati Pulau Taliabu Arman Sangaji, Pj Bupati Mahakam Ulu (Kalimantan Timur) MS.Ruslan, dan Pj Bupati Banggai Laut Mohamad Hidayat.

Selanjutnya, Pj Bupati Malaka Herman Nai Ulu, Pj Bupati Pegunungan Arfak Dominggus Mandacan, Pj Bupati Manokwari Selatan Eddy Budoyo, dan Pj Bupati Mahakam Ulu (Sulawesi Tengah) Kheriani.

Memimpin karena Pasangannya Terjerat Kasus Korupsi

Kepala Daerah yang termasuk dalam kelompok ini tergolong paling banyak. Data Kementerian Dalam Negeri yang dirilis awal 2014, menyebutkan, sedikitnya ada 318 kepala daerah yang terjerat korupsi. Baik yang ditangani KPK, kejaksaan, maupun Polri.

Beberapa nama yang akhirnya duduk di kursi nomor satu yang ditinggalkan oleh pemiliknya karena tersangkut kasus, antara lain, Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah,  Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Plt. Bupati Karawang Cellica Nurachdiana, Bupati Padang Lawas Ali Sutan Harahap, Plt Bupati Bogor Nurhayanti , Walikota Medan Dzulmi Eldin.

Berikutnya, Bupati Seluma Bundra Jaya, Bupati Lampung Timur Erwin Arifin, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Bupati Tomohon Jimmy F. Eman, Bupati Boven Digul Yesaya Merasi, Plt. Bupati Maybrat Karel Murafer, Bupati OKU Kuryana Aziz, hingga Plt. Bupati Rembang Abdul Hafiz.

Read More    

Add to Flipboard Magazine.
Komentar:

         

Popular

   

Photo Gallery

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250