Bar Takeover ERRE & Urrechu Jakarta, Meramu Rasa dalam Suasana yang Hangat

Editor Oleh: Redaktur - 29 April 2026

Malam di ERRE & Urrechu Jakarta pada Jumat (24/4) berjalan dengan ritme yang pelan tapi terasa. Tidak terlalu bising, tidak juga sepi. Ada suasana yang pas, ketika orang datang untuk duduk, berbincang, dan menikmati segelas minuman tanpa terburu-buru. Dalam momen seperti itu, Bar Takeover edisi April digelar, membawa pendekatan yang lebih santai namun tetap berkelas.

Berlokasi di Gran Meliá Jakarta, acara ini seperti ruang pertemuan kecil bagi mereka yang punya ketertarikan pada dunia cocktail. Bukan hanya tentang mencoba menu baru, tapi juga merasakan bagaimana setiap racikan punya cerita yang berbeda.

Kolaborasi tetap menjadi inti dari Bar Takeover kali ini. Aip Syarif, Fauzan Ramon, dan Dino Augusto hadir dengan gaya masing-masing, tanpa mencoba saling mendominasi. Justru dari perbedaan itu, pengalaman yang ditawarkan terasa lebih utuh.

Butter Bread Martini dari Aip Syarif, misalnya, menghadirkan rasa yang tidak biasa tapi tetap nyaman di lidah. Ada sentuhan gurih dari butter, dipadukan dengan karakter citrus yang ringan. Rasanya pelan-pelan berkembang, tidak langsung “menyerang”, tapi justru mengajak dinikmati perlahan.

Dari Fauzan Ramon, Klepon Old-Fashioned membawa nuansa yang lebih akrab. Ada rasa gula aren dan pandan yang mengingatkan pada sesuatu yang dekat dengan keseharian, tapi dibalut dengan teknik yang lebih modern. Sementara Peanut Butter Espresso Martini terasa lebih hangat dan creamy, cocok untuk menutup malam dengan santai.

Dino Augusto kemudian melengkapi dengan Social Impact, minuman yang terasa ringan dan segar. Perpaduan gin, buah tropis, dan sentuhan wine membuat rasanya tidak terlalu berat, dengan karakter yang berubah seiring waktu.

Yang terasa menarik, tidak ada jarak antara mereka yang meracik dan yang menikmati. Percakapan mengalir begitu saja, tanpa terasa dibuat-buat. Orang bisa bertanya, berbagi pendapat, atau sekadar menikmati tanpa harus memahami semuanya.

Bar Takeover ini pada akhirnya bukan soal seberapa kompleks minuman yang disajikan. Justru kesederhanaan suasana yang membuat pengalaman itu terasa. Ada ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menikmati rasa, dan mungkin menemukan hal baru dari sesuatu yang terlihat biasa.

Melalui pendekatan seperti ini, ERRE & Urrechu Jakarta pelan-pelan membangun identitasnya. Bukan hanya sebagai tempat makan atau bar, tapi sebagai ruang yang memberi pengalaman. Tempat di mana orang datang, bukan hanya untuk minum, tapi untuk merasa lebih dekat dengan momen yang sedang dijalani.