Fashion sebagai Investasi: Indra Priawan Utamakan Value Jangka Panjang dan Fungsionalitas saat Pilih Pakaian
Tren fashion selalu saja berganti di setiap musim dan tahun, namun kini pemahaman tersebut justru mulai ditinggalkan dan bergeser pada prinsip pakaian sebagai investasi. Banyak orang yang kini tak lagi sekadar soal mengikuti gaya terbaru, dan mulai mencari item fashion item yang nyaman dipakai, tahan lama, dan relevan untuk berbagai situasi. Perspektif inilah yang dibagikan Indra Priawan Djokosoetono, sosok pebisnis sekaligus suami dari Nikita Willy, saat hadir dalam peluncuran UNIQLO Spring/Summer 2026.
Bagi Indra, cara berpakaian tak terlepas dari prinsip hidup dan cara berpikirnya sebagai seorang pebisnis. Setiap pilihan, termasuk pakaian, harus memiliki value yang jelas. Ia mengaku, dulu sempat memilih pakaian dengan motif yang bold dan mencolok, namun seiring waktu, preferensinya bergeser ke desain yang lebih sederhana dan fungsional.

“Sebagai pebisnis, bagi saya setiap pilihan harus memiliki value, termasuk pakaian. Sekarang saya lebih memilih pakaian dengan desain yang simpel dan polos karena terasa lebih versatile dan tetap relevan dipakai kapan pun,” ujar Indra.
Desain yang sederhana dinilainya lebih efisien karena mudah dipadukan dan tidak cepat terasa usang, baik untuk aktivitas kerja, perjalanan, maupun keseharian.
Selain itu, nilai pakaian juga tidak bisa dilepaskan dari durability, contohnya pengalaman sejumlah item dari UNIQLO yang masih layak pakai hingga sekarang, meski dibeli bertahun-tahun lalu. Bagi pria, hal ini menjadi pertimbangan penting: memilih pakaian yang awet berarti lebih efisien secara waktu dan biaya.
“UNIQLO selalu dapat diandalkan dari waktu ke waktu. Bahkan sampai sekarang, saya masih menggunakan beberapa item yang saya beli sejak 2016, termasuk T-shirt AIRism, dan kualitas serta kenyamanannya tetap terasa,” jelasnya.

Dalam keseharian, Indra mengandalkan item yang terbukti konsisten dari sisi fungsi. T-shirt AIRism menjadi pilihan utama untuk aktivitas harian karena ringan dan nyaman. Sementara untuk berolahraga, ia memilih T-shirt DRY-EX yang mendukung mobilitas dan cepat kering. Sementara untuk bawahan, jeans UNIQLO menjadi item wajib. Soal potongan, Indra mengaku cukup fleksibel mengikuti tren, namun tetap mengutamakan kenyamanan.
“Saat ini saya lebih suka potongan yang sedikit oversize seperti baggy, karena nyaman, stretchy, dan lebih bebas bergerak,” ujar ayah dua anak tersebut.
Pandangan Indra ini sejalan dengan tema koleksi UNIQLO Spring/Summer 2026, “Intelligent Simplicity”, yang menekankan bahwa kesederhanaan dalam desain bukan berarti tanpa pemikiran. Justru di balik potongan yang terlihat simpel, terdapat perhatian pada kualitas material, detail, dan fungsi agar pakaian dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Di balik desain yang terlihat simpel, ada proses berpikir matang dari sisi siluet, material, hingga detail kecil. Pakaian seharusnya mempermudah hidup,” ujar Evy Christina Setiawan, Senior Marketing Manager UNIQLO Indonesia.
Pada musim ini, UNIQLO menghadirkan pembaruan pada sejumlah item esensial, mulai dari kemeja boxy, koleksi jeans dengan siluet baru yang lebih modern, hingga Premium Linen dengan pilihan warna cerah yang segar untuk musim panas.(Arfi/Dok. UNIQLO Indonesia)


