APIVITA Menjaga Pertumbuhan Bisnis Lewat Model Kosmetik Hijau Berbasis Sains dan Lebah
Di tengah persaingan industri kecantikan global yang semakin padat, APIVITA memilih ekspansi yang terukur. Perusahaan kosmetik asal Yunani ini resmi memasuki pasar Indonesia pada 2025 sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Asia Tenggara, dengan membawa model bisnis berbasis riset ilmiah, sumber daya lokal, dan keberlanjutan jangka panjang.
Didirikan pada 1979 di Athena oleh dua apoteker, Nikos dan Niki Koutsianas, APIVITA berangkat dari praktik farmasi yang menempatkan sains sebagai fondasi utama. Inspirasi dari kehidupan lebah, kekayaan flora Yunani, serta pemikiran Hippocrates membentuk arah perusahaan sejak awal. Pendekatan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pengembangan kosmetik berbasis bahan aktif alami dengan standar kinerja yang terukur untuk wajah, rambut, dan tubuh.
Bahan aktif berbasis sarang lebah menjadi aset utama dalam portofolio APIVITA. Madu, propolis, royal jelly, seluruh bahan tersebut bersumber dari peternak lebah di Yunani dengan standar keberlanjutan terverifikasi, bebas bahan kimia, dan melalui pengujian kualitas untuk menjaga nilai biologis serta konsistensi pasokan.

Dalam ekspansi ke Indonesia, APIVITA tidak sekadar memperluas distribusi, tetapi juga memperkenalkan portofolio produk yang mencerminkan kapabilitas risetnya. Pada tahun keduanya di pasar ini, yakni awal 2026 ini, APIVITA meluncurkan rangkaian BEEVINE ELIXIR, lini perawatan kulit yang difokuskan pada penguatan struktur kulit dan pengelolaan tanda penuaan. Rangkaian ini dikembangkan dengan kombinasi bahan aktif alami dan pendekatan bioteknologi modern.
BEEVINE ELIXIR mencakup Wrinkle and Firmness Lift Cream yang diformulasikan untuk membantu mengisi kerutan tiga dimensi sekaligus meningkatkan elastisitas kulit melalui hyaluronic acid, ceramide, dan squalene. Wrinkle and Firming Activating Lift Serum menawarkan efek lifting cepat, dukungan pencerahan dari niacinamide lima persen, serta peningkatan hidrasi. Untuk perawatan malam, Intense Recovery Lift Night Cream mengandalkan enzim pepaya dan Samphire Oil dengan efek menyerupai retinoid guna mendukung regenerasi kulit.

Lini ini juga dilengkapi Replenishing Firming Face Oil berbahan Propolis Oil dan Grape Seed Oil yang cepat meresap serta Wrinkle Lift Eye and Lip Cream untuk area mata dan bibir dengan marine bio-actives dan goji berry. Dari sisi bisnis, peluncuran ini memperlihatkan bagaimana APIVITA memanfaatkan keunggulan bahan lebah sebagai diferensiasi yang konsisten di berbagai pasar.
Di luar produk, APIVITA menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari tata kelola perusahaan. Melalui keanggotaan 1% for the Planet dan Billion Bees Program, perusahaan mengaitkan pertumbuhan bisnis dengan konservasi lingkungan. Sertifikasi B Corp yang diraih serta konsistensi masuk tiga besar perusahaan kosmetik global dengan dampak sosial dan lingkungan terbaik sejak 2022 memperkuat posisi APIVITA sebagai pemain yang mengintegrasikan kinerja finansial dan tanggung jawab jangka panjang.


