Pentas Seni Jalasena Laksamana Malahayati Sukses Bikin Takjub

Oleh: Giatri (Editor) - 08 September 2023

Memasuki usianya ke-78 tahun pada 10 September 2023, TNI Angkatan Laut mempersembahkan pentas seni bertajuk Jalasena Laksamana Malahayati. Ada banyak hal menarik disuguhkan dalampementasan yang digelar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 8 – 10 September ini. Selain adegan pertempuran kolosal yang menggambarkan prajurit Inong Balee dengan serdadu asing, juga ditampilkannya replika kapal perang ke atas panggung pertunjukan.

Malahayati adalah panglima armada laut perempuan pertama di dunia dari Kesultanan Aceh Darussalam di abad 16, yang menjadi inspirasi dalam membangun kekuatan maritim Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia.

“Oleh karena itu, TNI AL mengangkat kisah heroik perjuangan Laksamana Malahayati bersama Laskar Inong Balee, sebuah kesatuan yang berisikan lebih dari 2.000 prajurit perempuan, dalam mengusir bangsa asing dari Tanah Rencong,” ungkap Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. 

Lebih lanjut Laksamana Ali mengatakan, banyak hal yang dapat dipelajari oleh TNI AL dari kisah hidup dan sejarah Laksamana Malahayati TNI AL, di antaranya terkait penggunaan kekuatan berbasis maritim (sea power) dalam menjaga kedaulatan dan membangun perekonomian disamping pembangunan infrastruktur maritim, diplomasi maritim, dan kekuatan armada laut.

“Semangat pantang menyerah yang telah ditunjukkan Laksamana Malahayati turut mengilhami TNI AL, salah satunya membentuk Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) pada tahun 1963 silam. Bahkan sejak 2013, Akademi Angkatan Laut mulai menempa taruni agar kelak lahir lebih banyak lagi Laksamana Malahayati di era modern,” tambahnya.

Tak hanya itu, TNI AL juga turut menyematkan nama Laksamana Malahayati yang merupakan pahlawan nasional pada salah satu kapal perang yang masih beroperasi sampai hari ini, KRI Malahayati-362 yang memperkuat Komando Armada III di Sorong, Papua Barat.

Selain menjadikan sebagai nama Alutsista, “Malahayati” dipakai pula untuk penamaan sejumlah ksatrian, gedung, dan jalan di Komplek TNI AL, bahkan di Markas Besar TNI pun terdapat sarana dan prasarana yang diberi nama Malahayati.

TNI AL sebagai Eksekutif produser menggandeng sederat nama besar di dunia seni pertunjukan, di antaranya Marcella Zalianty (produser, pemeran Malahayati), Arswendi Bening (Sultan Aceh), Cut Mini (ibu Laksamana Malahayati), dan Teuku Rifnu Wikana (suami Malahayati), serta Aulia Sarah (Cut Limpah).

Sebanyak 67 orang ikut serta sebagai pemain di pertunjukan ini termasuk sembilan prajurit Kowal bersanding dengan pemain-pemain teater dari kelompok ternama, antara lain Teater Koma dan Wayang Orang Bharata. Mereka berlatih serius sejak pertengahan bulan Juli 2023 lalu di Gelanggang Olahraga Mabes TNI AL Cilangkap, Jakarta. 

Ada banyak hal menarik disajikan pada pementasan teaterikal Laksamana Malahayati ini. Selain adegan pertempuran kolosal yang menggambarkan prajurit Inong Balee dengan serdadu asing, juga ditampilkannya replika kapal perang ke atas panggung pertunjukan.

Jay Soebijakto selaku penata artistik menjelaskan, replika kapal perang merupakan hasil risetnya selama beberapa waktu dan dihasilkan sebuah bentuk kapal terbuat dari rangka  baja yang dapat dibongkar pasang (knock-down) berukuran tinggi 3,5 meter dan panjang 10 meter. "Kapal ini sanggup menampung sampai 10 orang secara bersamaan di dalamnya. Sewaktu di panggung, kapal didesain mampu membelah menjadi dua. Kapal menjadi arena pertempuran termasuk ada aksi melompat dari satu kapal ke kapal lainnya," papar anak dari KSAL pertama, Laksamana R. Soebijakto yang memimpin TNI AL pada 1948.

Pria jebolan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan telah berpengalaman menangani seni pertunjukan panggung sejak 1992 ini mengaku tertantang dengan desain baru Graha Bhakti Budaya. Panggung utama selebar 12 meter dan panjang 18 meter menurutnya memberi dinamika tersendiri bagi dirinya yang sebelumnya pada 2010 pernah menampilkan musikal Laskar Pelangi. Dengan dukungan immersive sound system dan tata cahaya berkekuatan 130.000 watt dipadu dengan flow set multimedia untuk menguatkan visual panggung, Jay juga melengkapinya dengan struktur rumah panggung khas Aceh yang sarat makna serta Istana Kesultanan Aceh Darussalam yang ia desain layaknya bangunan dalam ukuran normal.

Selain itu, sepanjang pertunjukan berlangsung, penonton juga ikut disuguhi aksi videomapping menggunakan 2 projector @32rb lumens dengan lensa ultra short throw menemani Marcella Zalianty dan para pemain teater beraksi. "Kami ingin memberikan yang terbaik di HUT ke-78 TNI AL," tegasnya.

Sutradara pertunjukan Iswandi Pratama mengatakan, sebagai bagian dari bangsa ini harus meneguhkan Tuhan menciptakan 2/3 permukaan bumi adalah lautan. Laut adalah ikon dan kekuatan bangsa ini. “Aceh pernah sangat disegani kekuatan maritimnya, ini yang ingin kami bangkitkan,” imbuhnya.

Biografi Jalasena Laksamana Malahayati, sambungnya, sangat luar biasa. Setiap fase hidupnya dihadapi dengan tidak mudah. “Hal ini menjadi tantangan berat bagi saya bagaimana mengangkat kisah luar biasa ini ke atas panggung teater. Saya harus memilih fase-fase tersebut karena dibatasi oleh waktu. Kami juga harus menyeimbangkan, audio, visual, musik agar bisa mempersembahkan pertunjukkan yang luar biasa,” terang Iswandi.

Menutup pembicaraan, Marcella yang sukses memerankan sosok Laksamana Malahayati berharap melalui pertunjukkan ini penonton bisa meneladani semangat pantang menyerah dan cinta terhadap Tanah Air dari Laksamana Malahayati.

 

Naskah: Gia Putri