Zulkifli Zaini (Direktur Utama PLN) - Menerangi Negeri Mewujudkan Keadilan Energi

Oleh: Syulianita (Editor) - 16 March 2021 | telah dibaca 80 kali

Naskah: Sahrudi Foto: Dok. Humas PLN

Dari seorang bankir menjadi direktur utama PLN, mungkin bukan perkara gampang. Tapi, tidak dengan Zulkifli Zaini. Begitu pemerintah menunjuknya menjadi Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN), mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini langsung gerak cepat melaksanakan tugas.

Transformasinya sedemikian pesat. Dalam tempo singkat ia mampu menunjukkan diri sebagai leader yang mumpuni. Padahal, Zulkifli sendiri tak menyangka kalau ia bakal menjadi orang nomor satu di perusahaan pelat merah itu. Sampai Menteri BUMN, Erick Thohir menunjuknya pun ia masih kaget kalau rupanya bisa melewati tahapan tersebut. Tetapi, ia kemudian meyakini bahwa itu adalah sebuah proses hidup yang menjadikan ia bisa mendapatkan amanah melebihi impiannya.

“Memimpin PLN itu amanah besar. Saya tidak pernah merencanakan kalau karier saya akan membawa saya menjadi leader yang mengurusi bidang energi yang terkait kebutuhan rakyat,” ia membuka obrolan ringan secara daring dengan Men's Obsession. 

Mengawal PLN, seperti juga perusahaan BUMN lainnya, dikatakan Zulkifli memiliki banyak tantangan yang tidak ringan. Apalagi di era yang perubahannya begitu cepat dan sulit diprediksi membuat ketidakpastian itu sendiri adalah tantangan yang siap tidak siap harus dihadapi. “Seperti misalnya pandemi Covid-19, disrupsi teknologi, climate change, perang dagang dan mungkin ke depannya akan ada lagi yang kita tidak tahu tapi harus diantisipasi,” tambahnya.

Seperti saat awal pandemi di tahun 2020, PLN langsung membuat terobosan dengan me-launching program transformasi 4 pilar utama, yakni green, lean, innovative, dan customer focused. Dengan transformasi ini PLN meningkatkan penggunaan energi baru dan terbarukan (green), memastikan pengadaan listrik yang andal dan efisien (lean), meraih pendapatan dari sumber-sumber baru (innovative), dan menjadikan PLN pilihan nomor satu dan sukses melaksanakan 100 persen elektrifikasi (customer focused).

“Itu kami buat agar PLN bisa lebih dinamis mengikuti perubahan,” tegasnya sembari menyebut bahwa PLN sebagai public service mendapat amanah dari negara untuk memberikan kepastian dan layanan listrik nasional harus terpenuhi. “Jadi, meskipun di tengah pandemi, kami berkomitmen untuk terus menjaga keandalan tenaga listrik bagi pelanggan,” tekadnya.

Alhamdulillah, syukurnya, kondisi kelistrikan nasional saat ini masih dalam posisi prima. Pasokan daya listrik di seluruh sistem kelistrikan besar dalam kondisi cukup dengan sebagian besar memiliki cadangan daya total lebih dari 30 persen.

Di sisi lain, Zulkifli juga harus mampu menjawab tantangan bencana alam yang mengganggu sistem kelistrikan. Lagi-lagi ia bersyukur, “Beberapa kali bencana alam yang mengganggu kelistrikan dapat diatasi dengan cepat sehingga pelanggan tidak harus menunggu terlalu lama,” tuturnya.

Banyak terobosan dan kebijakan yang telah dilakukan Zulkifli dalam menakhodai PLN, misalnya melakukan peningkatan infrastruktur kelistrikan dalam kurun tahun 2020 ini, antara lain menambah pembangkit sebesar 3 GW, menambah transmisi hingga 2.594 kilometer sirkuit (KMS), menambah gardu induk sebesar 8.690 Mega Volt Ampere (MVA), meningkatkan jaringan distribusi sepanjang 26 ribu KMS, hingga penambahan gardu distribusi sebesar 2.507 MVA.

Hal menggembirakan lainnya, jumlah pelanggan PLN terus meningkat. Dari 75,7 juta pelanggan di tahun 2019 meningkat menjadi 79 juta. “Meningkat sekitar 3,3 juta pelanggan,” imbuhnya.

Sebagai perusahaan milik negara yang bertanggung jawab besar kepada rakyat, PLN telah berkontribusi bagi para pelanggan di era pandemi ini dengan memberikan diskon tarif listrik 100 persen bagi pelanggan dengan daya 450VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan dengan daya 900VA subsidi. “Ini mengindikasikan bahwa PLN memiliki peran vital di masa pandemi,” katanya seraya menambahkan bahwa elektrifikasi yang sudah dilakukan PLN juga terus meningkat. Pada akhir tahun 2020 elektrifikasi sudah mencapai 99,2 persen. Meskipun ada tantangan juga dalam melistriki daerah-daerah terpencil. “Tapi, kami akan terus berupaya untuk melistriki daerah-daerah terpencil tersebut,” ia bertekad.

Banyak target dan obsesi Zulkifli dalam mengembangkan dan memajukan PLN. Termasuk dalam menyikapi booming kendaraan listrik belakangan ini. Ia ingin PLN mengambil bagian dalam mendukung lahirnya ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Salah satunya dengan membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Bersama pihak lain, PLN juga ikut mengembangkan Indonesia Battery Corporation. Tapi yang pasti, pria yang menghabiskan 'Me Time'-nya dengan membaca buku dan berolahraga bersama keluarga, ini yakin upayanya dalam memimpin PLN khususnya menerangi negeri sebagai upaya mewujudkan keadilan energi dapat tercapai dengan kerja keras, cerdas, dan dukungan semua pihak.