I Nyoman Sudharma (Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Bali) - Mendorong Pergerakan Ekonomi Daerah

Oleh: Syulianita (Editor) - 14 March 2021 | telah dibaca 226 kali

Naskah: Angie Diyya Foto: Dok. Pribadi

Di bawah kepemimpinannya, Bank BPD Bali berhasil mencapai performa maksimal dan meraih prestasi membanggakan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.

Sebelum menjabat Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, I Nyoman Sudharma memulai kariernya dari level pelaksana. Etos kerja disiplin, kerja keras, dan kerja ikhlas, membawa kiprahnya terus menanjak menjadi kepala bagian, sampai Plt Direktur Utama. Pada 2019 lalu, ia pun dipercaya menjabat posisi tertinggi.

Kepada Men’s Obsession, sosok ramah ini menceritakan sekelumit perjalanan Bank BPD Bali hingga saat ini. Tahun 2019, awal masa jabatannya dilalui dengan cukup baik dengan pertumbuhan kredit di atas nasional sekitar 11 persen. “Tahun 2020 kami juga menargetkan mendekati angka tersebut, namun pada awal Februari di Bali ternyata ada wisatawan Cina dipulangkan ke negara asal terkait antisipasi peredaran virus Corona. Itu adalah titik awal sebelum pandemi Covid-19 di Indonesia. Saat itu kami langsung melakukan perubahan rencana bisnis menyesuaikan kondisi eksternal. Sepanjang tahun 2020, walaupun di tengah kondisi krisis kami bisa tumbuh kredit 3,9 persen, saat secara nasional kontraksi minus 2,4 persen. Aset juga tumbuh di atas 5 persen dan dana pihak ketiga di atas 6 persen,” jelas Sudharma.

Bank BPD Bali tidak hanya senantiasa memastikan ketersediaan akses keuangan memadai bagi masyarakat melainkan juga menghadirkan produk dan layanan beragam untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun masyarakat Bali. Searah dengan kebijakan pemerintah dalam ekonomi, sejak Bali terkena dampak di bidang pariwisata yang cukup besar Bank BPD Bali juga melakukan program restrukturisasi kredit kepada sejumlah 11 ribu debitur dengan nominal hampir dua setengah triliun.

“Pada bulan Agustus 2020 Bank BPD Bali dipercaya menjadi bank penempatan uang negara. Kami bisa realisasi sebesar 2,3 triliun, sehingga dipercaya oleh pemerintah menjadi salah satu bank yang mendukung pemulihan ekonomi nasional. Penempatan dana pemerintah tersebut bertujuan mendorong dan menggerakkan perekonomian daerah dari adanya dampak pandemi. Selain itu, kami turut merealisasikan program pemerintah mengenai tambahan subsidi bunga baik bagi pelaku usaha yang mendapatkan KUR maupun UMKM. Kami juga membantu debitur mendapatkan kredit modal kerja dengan penjaminan pemerintah serta KUR super mikro,” papar Sudharma melanjutkan. 

Dalam pertemuan Bank Indonesia secara virtual di akhir tahun kemarin, Bank BPD Bali menjadi salah satu bank terbaik dalam mendukung UMKM sekaligus pelaksanaan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Tak hanya sampai di sana, sederet capaian lainnya termasuk penghargaan dari Bank Indonesia salah satu bank pendukung terbaik implementasi sistem pembayaran barcode atau Quick Respon Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus digencarkan dalam rangka memberikan edukasi tentang digitalisasi pembayaran yang cocok untuk situasi pandemi saat ini, dan mendukung program CHSE, proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata maupun destinasi pariwisata lainnya.

Sejak awal memimpin hingga kini menginjak dua tahun, Sudharma berhasil membawa Bank BPD Bali meraih 25 penghargaan bergengsi. Hal itu membuktikan bahwa kinerja Bank BPD Bali diakui berbagai pihak dan dinilai prima, di antaranya penghargaan The Best Indonesian Sales Marketing, Financial Performance Excellence, Best Leader Business Sustainable, penghargaan Paritrana Award dari BPJAMSOSTEK, dan lainnya.

Integritas, loyalitas, dan disiplin dijadikan Sudharma sebagai kunci sukses dalam bekerja. Ia selalu menularkan semangat kepada tim bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah. Melalui pekerjaan pun kita bisa menghasilkan dan memberi manfaat. Hal itu juga didasari empat nilai utama yang dimiliki Bank BPD Bali, yang dikenal dengan istilah CINTA. Nilai-nilai perusahaan yang dijabarkan dalam 12 perilaku utama mendukung pencapaian visi misi yang ditetapkan.

“CINTA terdiri dari Competent, Integrity, Teamwork, dan Customer Awareness. Tanggal 14 Februari menandai hari jadi budaya kerja kami sejak dilaunching tahun 2014.” ‘CINTA’ diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif, mendorong produktivitas, dan mengoptimalkan kinerja Bank BPD Bali.

Sepanjang tahun ini, Sudharma berharap Bank BPD Bali bisa bersinergi bersama pemerintah daerah serta Bank Indonesia menghidupkan sektor lain di luar pariwisata sehingga ada keseimbangan. “Kami akan mendorong program pembiayaan UMKM sektor produksi, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat di Bali. Terutama dengan adanya KUR, keringanan suku bunga dan tambahan subsidi dari pemerintah,” ujar ayah dua anak ini.

Selain itu, Bank BPD Bali berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui program-program tanggung jawab sosial. Seiring dengan ketentuan OJK mengenai rencana keuangan berkelanjutan, bank menginisiasi pemberdayaan desa wisata termasuk program kesehatan. Hal ini akan dilakukan dalam rangka membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kapasitas kesejahteraan masyarakat.