Search:
Email:     Password:        
 





Pesta Olahraga Superhumans

By Iqbal Ramdani () - 01 October 2018 | telah dibaca 127 kali

Naskah: Purnomo Foto: Istimewa

Melanjutkan semangat Asian Games 2018 di JakartaPalembang yang diakui sebagai ajang pesta olahraga yang menyuntikan semangat positif dan menuai banyak pujian dari dalam dan luar negeri, Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018.

 

Bagi Anda yang masih belum familiar dengan Asian Para Games 2018, akan Men’s Obsession bahas sedikit tentang ajang kejuaraan tersebut. Asian Para Games merupakan event olahraga internasional di Asia yang melibatkan penyandang disabilitas. Nah, kalau sebelumnya event ini digelar di Tiongkok (2010) dan Korea Selatan (2014), untuk pelaksanaannya yang ketiga, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah karena sekalian satu paket dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. Waktu mengikuti Asian Para Games 2014 di Korea Selatan, Indonesia berada di peringkat ke-9 dengan meraih 9 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu. 4 medali emas Indonesia berasal dari badminton, 2 dari tenis meja, dan 3 dari renang. Selain ketiga cabang olahraga itu, negeri kita juga mendapat medali perak dan perunggu dari atletik serta angkat besi.

 

Kepanitiaan resmi penyelenggaraannya akan dipegang oleh Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC). INAPGOC dibentuk untuk mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan Asian Para Games 2018. Dengan menyelenggarakan acara ini, INAPGOC ingin secara aktif mempromosikan olahraga khusus bagi para atlet difabel untuk warga negara Indonesia. Sehingga, ke depan dukungan olahraga ini akan terus meningkat. Ajang Asian Para Games ini juga bertujuan untuk membangkitkan kepercayaan diri atlet serta teman-teman penyandang disabilitas agar nantinya mereka tak lagi minder dan merasa dipandang sebelah mata oleh orang lain. 

 

Asian Para Games 2018 bakal memperlombakan 18 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan dengan 568 nomor. Sebagai perbandingan, Asian Games 2018 mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan 463 nomor. Banyaknya nomor per tiap cabang olahraga karena para games punya nomor berbeda untuk mengklasifikasikan atlet sesuai latar belakang fisiknya. Cabor yang dipertandingkan adalah panahan, atletik, badminton, boccia, bowling, catur, balap sepeda, goal ball, judo, bowling lapangan, angkat besi, shooting, renang, tenis meja, voli duduk, basket kursi roda, panahan kursi roda, dan tenis kursi roda. Semua cabor yang diperlombakan pun sudah disesuaikan dengan kemampuan atlet difabel. Sebagai tuan rumah, Indonesia sebenarnya akan mendapatkan beberapa keuntungan juga. Salah satunya, mengajukan nomor dan klasifikasi cabor yang akan diperlombakan. Misalnya, atlet indonesia lebih diunggulkan di cabor renang klasifikasi S9 untuk tuna daksa dengan nomor 50 m, maka cabor dengan nomor dan kelas ini akan diajukan untuk dipertandingkan di Asian Para Games 2018 nanti.

 

Asian Para Games 2018 akan diikuti 41 negara dari Asia. Bermain sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan menembus peringkat tujuh besar atau naik dua peringkat dari turnamen sebelumnya di Incheon, Korea Selatan pada 2014 lalu. Agar target ini tak hanya jadi anganangan belaka, beberapa cabang olahraga unggulan telah disiapkan untuk menjadi tumpuan Indonesia, yakni sebagai berikut:

 

1. Para Atletik

Indonesia memiliki kekuatan di cabang yang menjadi induk seluruh olahraga ini. NPC Indonesia menargetkan setidaknya dua emas dapat diraih dari nomor ini. Meski belum mampu menyumbang emas di Asian Para Games 2014 lalu, namun hasil positif di ASEAN Para Games 2017 di Malaysia menjadi modal kuat. Saat itu Indonesia keluar sebagai juara umum di cabang atletik dengan raihan 40 emas, 28 perak, dan 17 perunggu. Di Asian Para Games 2018 nanti, akan ada 714 atlet yang berpartisipasi dari 39 negara. Indonesia akan bertumpu pada beberapa atlet unggulan, seperti Sapto Yogo Purnomo di nomor 100 meter T37 putra hingga Suparni Yati di nomor tolak peluru F20 putri. Sapto merupakan peraih dua emas di ASEAN Para Games 2017. Sementara, Suparni peraih satu emas di ajang yang sama. Beberapa atlet gaek seperti Abdul Halim Dalimunte hingga Setiyo Budihartanto juga dipastikan masih akan turun di Asian Para Games 2018 nanti.

 

2. Para Bulu Tangkis

Tak hanya di Asian Games 2018 saja, bulu tangkis juga menjadi andalan Indonesia di Asian Para Games 2018 mendatang. Empat emas berhasil disumbangkan cabang ini pada turnamen empat tahun silam. Beberapa nama pemain lawas, antara lain Ukun Rukaendi juga dipastikan akan kembali tampil. Ditambah saat ini muncul beberapa pemain muda, seperti Suryo Nugroho yang juga berharap menyumbang emas. Tak tanggung-tanggung, NPC Indonesia menargetkan empat emas dari nomor ini.

 

3. Para Tenis Meja

Tenis meja menjadi salah satu cabang andalan Indonesia di tiap turnamen multi event. Di Incheon empat tahun lalu saja, Indonesia mampu meraih dua emas dari cabang ini. Beberapa atlet gaek, yakni David Jacobs dan Agus Susanto akan kembali bermain. Saat ditemui di Kantor NPC Indonesia di Solo, Jawa Tengah, David mengatakan ingin mempertahankan gelarnya di Asian Para Games 2018.

 

4. Renang

Selain bulu tangkis, cabang renang menjadi salah satu tumpuan lain Indonesia untuk mendulang emas. Empat emas ditargetkan dari nomor ini. Target ini berkaca pada hasil gemilang di Asian Para Games 2014 silam. Saat itu tiga emas berhasil dibawa pulang. Saat itu Indonesia mengandalkan Mulyana yang akhirnya merebut dua emas dari nomor gaya bebas 50 meter T4 dan gaya kupu-kupu 50 meter T4.

 

5. Para Power Lifting

Cabang power lifting atau angkat beban menjadi salah satu andalan Indonesia. Di Incheon, cabang ini menyumbang satu perak dan tiga perunggu. Siti Mahmudah  dan Ni Nengah Widiasih, menjadi andalan Indonesia.  Dua Srikandi Indonesia itu pernah meraih medali perunggu di European Open Championship. Asian Para Games akan digelar pada 6 Oktober hingga 13 Oktober 2018 di Jakarta, tepatnya Gelora Bung Karno, Jakarta International Velodrome, dan JIExpo. Ini merupakan kali pertama Indonesia tampil sebagai tuan rumah. Untuk itu, masyarakat diminta dukungannya untuk mensukseskan pesta olahraga ini, seperti Indonesia telah berhasil menyukseskan Asian Games 2018 kemarin. Dan juga masyarakat diharapkan dapat menyaksikan secara langsung opening ceremony pada 6 Oktober dan closing ceremony pada 16 Oktober di Gelora Bung Karno.


Read More    

Add to Flipboard Magazine.

Tulis Komentar:


Anda harus login sebagai member untuk bisa memberikan komentar.

       

 

   

Popular

 

Photo Gallery

     

Visitor


Jumlah Member Saat ini: 2250