Dicintai Rakyat, Ditakuti AS

Oleh: content (Administrator) - 01 April 2013 | telah dibaca 2326 kali
Naskah: A. Rapiudin/berbagai sumber, Foto: Istimewa

Bersama mendiang Presiden Kuba Fidel Castro dan Presiden Bolivia Evo Morales, Presiden Venezuela Hugo Chavez dikenal sebagai tiga serangkai pemimpin yang berani mengkritik dominasi Amerika Serikat di dunia. Tiga pemimpin negara di kawasan Amerika Latin ini memang dikenal punya nasionalisme yang tinggi. Tak heran jika rakyat mencintai dan menangisi kepergiannya.

Lahir di Sabaneta, Barinas, Venezuela, 28 Juli 1954, Chavez memelopori visi demokrasi sosialis, integrasi Amerika Latin, dan anti-imperialisme. Penggemar berat olahraga bisbol, ini, juga getol mengkritik tajam globalisasi neoliberal dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Chavez bahkan berani mengkritik dominasi global AS secara provokatif.

Sebagai pemimpin, Chavez dikenal memperhatikan kepentingan rakyatnya. Untuk itu, ia menasionalisasi korporasi swasta, membatasi peran negara-negara kapitalis dalam menguasai sumber-sumber ekonomi Venezuela. Itu semua dilakukan Chavez untuk menghidupi warganya agar terhindar dari kemiskinan. Apa yang dilakukannya, terkait dengan kemandirian dan jati diri bangsa dan terbebas dari tekanan
kapitalis yang berbasis di AS dan Eropa.

Bersama Kuba, Ekuador, Bolivia, Nikaragua, dan beberapa negara Karibia, Chavez membentuk Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika Kita (ALBA). Kelompok itu didirikan untuk menandingi pengaruh dan hegemoni AS di kawasan tersebut.